Kuningan - Kasus Stunting yang menjadi isyu nasional dan sempat menyita perhatian Presiden RI Joko Widodo , memang sangat memprihatinkan. ...
Kuningan - Kasus Stunting yang menjadi isyu nasional dan sempat menyita perhatian Presiden RI Joko Widodo , memang sangat memprihatinkan. Joko Widodo pun meminta Kemenkes menangani kasus stanting secara serius .
Apalagi ketika Stunting dikaitkan dengan penurunan kualitas SDM bangsa Indonesia saat ini dan nanti kedepannya.
Menurut Kabid Promkes Dinas Kesehatan Kab.Kunimgan Anas, Stunting , yaitu sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibanding tinggi badan orang seusianya atau gagal pertumbuhan pisik .
Dan biasanya diikuti dengan pertumbuhan otaknya yang juga tidak optimal , jelas Anas saat dikomfirmasi beberapa waktu lalu pada acara laporan PIS-PK seluruh Puskesmas se Kab.Kuningan di Aula Permata.
Program Kemenkes untuk penanggulangan kasus stunting di Kab. Kuningan saat ini dinilai Anas kurang relevansi dengan kondisi dan lokasi sasaran kegiatan program tersebut. Alasan Anas, data yang jadi acuan sasaran program tersebut adalah akumulasi dan prevalensi penderita stunting tahun 2013
" Jadi ada selang wakru lima tahun data jumlah penderita tahun 2013 sedangkan program yang dilaksanakan tahun 2013. Anak penderita stunting nya sudah pada remaja " seloroh Anas tertawa yang mengaku tidak tahu jumlah anak yang mengalami stunting saat ini .
" Untuk Kuningan , memang termasuk salah satu kabupaten yang mendapat prioritas program penanggulangan anak penderita stunting. Stanting merupakan masalah kesehatan pada anak akibat gizi buruk yang terus menerus ( kronis ) sehingga menyebabkan kondisi dimana tinggi badan seseorang ( anak ) jauh lebih pendek dibanding yang seusianya. Stunting bisa dilihat dan terjadi pada waktu anak baru lahir sampai usia dua tahun."
Masih menurut Anas , Stunting dan masalah gangguan kesehatan anak biasanya tidak lepas dari pola asuh ibu yang salah karena ketidak mengertian dalam memilih asupan gizi . Misalnya sumber (makanan) protein , vitamin . " Anak dikasih makan nasi, mie , krupuk , ubi , semua ya karbohidrat , mana mungkin anak mau bagus tumbuh kembangnya" terang Anas .
Selain itu , fungsi posyandu dan pelayanan kesehatan dasar dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat dinilai Anas belum maksimal." Jadi harus digiatkan lagi " jelas Anas. Dari informasi yang dihimpun untuk penanganan Stunting di Kab Kuningan, Kemenkes melalui Dinkes menyalurkan dana sebesar seratus juta rupiah untuk sepuluh desa. " Jenis kegiatannya yaitu pekerjaan pembangunan instalasi pembuangan limbah rumah tangga dan septick tank untuk satu rumah " ujar Anas menutup pembicaraan.
Sementara itu menurut M.Mulyadi pemerhati masalah kesehatan komunitas , " Kasus kekurangan gizi maupun gizi buruk yang menyebabkan stunting seharusnya tidak terjadi , karena setiap tahun anggaran program gizi menjadi prioritas dan di renstrakan Dinkes . Anggarannya besar, sampai ratusan juta belum lagi anggaran pengadaan makanan tambahan untuk balita di posyandu dan faskes dasar. Jadi kalau kasus gizi buruk dan kekurangan gizi masih banyak , ya sangat ironis sekali " jelas Mulyadi lagi. ( Didi / Mulus )
