Kuningan - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan menggelar silaturahmi dan dialog Pembauran Kebangsaan (FPK) d...
Kuningan - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan menggelar silaturahmi dan dialog Pembauran Kebangsaan (FPK) di Aula Wisma Permata Kuningan, Kamis (14/2). Kegiatan itu dilaksanakan dengan melibatkan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kuningan dan dihadiri unsur FPK, tokoh lintas agama dari FKUB, Tokoh Masyarakat lintas etnis Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan yang berdomisili di Kabupaten Kuningan, Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Paseban Cigugur dan tokoh masyarakat.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dadi Hariadi, M.Si didampingi oleh Plt Kabid Ketahanan Bangsa mengatakan maksud pelaksanaan kegiatan silaturahmi dan dialog pembauran kebangsaan ini untuk meningkatkan kesadaran pembauran hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam aspek kehidupan, sebagai bentuk rasa solidaritas antar sesama demi kokohnya persatuan dan kesatuan.
Selain itu memberikan pemahaman pembauran kebangsaan di masyarakat etnis, dalam menumbuhkembangkan paham rasa, semangat kebangsaan serta cinta tanah air. Sehingga akan tercipta iklim yang kondusif yg memungkinkan tumbuh pola pikir, sikap dan tindakan yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, menerima kemajemukan dan keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama, MH. Dalam sambutannya yang sekaligus memberikan arahan kepada para peserta, Bupati mengatakan bahwa pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integritas anggota masyarakat dari berbagai Ras, Suku, Etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan indonesia tanpa harus menghilangkan identitas Ras, Suku dan Etnis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain Bupati, Narasumber lain dihadirkan adalah Dandim 0615 Kuningan, Kapolres Kuningan, Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Kuningan
“FPK memiliki peran penting sebagai wadah silaturahmi, informasi, komunikasi, konsultasi, dialog dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat dan pihak lainnya, yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan guna menampung aspirasi masyarakat. Serta dalam rangka menyamakan pemahaman dan langkah, untuk menjaga dan meningkatkan penyelenggaraan pembauran, demi menjaga persatuan dan kesatuan,” jelas Ketua FPK dalam paparannya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi, menyambut baik dan mengucap syukur dapat bersilaturahmi dengan para peserta yang berbeda latar belakang etnis Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. Hadir pada acara ini dari unsur lintas agama perwakilan FKUB, etnis Sunda, Jawa, Arab, Tionghoa, Batak, Papua, Flores, Minang/Padang, Madura dan Unsur Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Paseban Cigugur.
Melalui dialog itu juga dapat mengetahui dan memahami betapa pentingnya menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan, tanpa harus menimbulkan gejolak dan konflik yang dapat memecah belah persatuan. Sebab melalui keanekaragaman yang telah ada tersebut, dapat menjadikan kita kuat sebagai Negara yang besar.
Dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum 2019, Pemerintah Kabupaten Kuningan berpesan kepada warga masyarakat berbeda etnis, Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan, untuk senantiasa menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati dan saling percaya diantara masyarakat, selalu menjaga ukhwah islamiyah, silaturahim, sehingga mempunyai tanggungjawab bersama dalam melestarikan dan menjaga nilai sosial yang telah ada ditengah masyarakat.
Hal utama saat ini, agar masyarakat tidak terpancing isu provokatif, berita hoax dan ujaran kebencian serta selalu menjaga suasana Kuningan yang rukun, harmonis, aman dan kondusif. Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 berjalan lancar, aman dan kondusif. (UU)
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dadi Hariadi, M.Si didampingi oleh Plt Kabid Ketahanan Bangsa mengatakan maksud pelaksanaan kegiatan silaturahmi dan dialog pembauran kebangsaan ini untuk meningkatkan kesadaran pembauran hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam aspek kehidupan, sebagai bentuk rasa solidaritas antar sesama demi kokohnya persatuan dan kesatuan.
Selain itu memberikan pemahaman pembauran kebangsaan di masyarakat etnis, dalam menumbuhkembangkan paham rasa, semangat kebangsaan serta cinta tanah air. Sehingga akan tercipta iklim yang kondusif yg memungkinkan tumbuh pola pikir, sikap dan tindakan yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, menerima kemajemukan dan keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama, MH. Dalam sambutannya yang sekaligus memberikan arahan kepada para peserta, Bupati mengatakan bahwa pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integritas anggota masyarakat dari berbagai Ras, Suku, Etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan indonesia tanpa harus menghilangkan identitas Ras, Suku dan Etnis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain Bupati, Narasumber lain dihadirkan adalah Dandim 0615 Kuningan, Kapolres Kuningan, Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Kuningan
“FPK memiliki peran penting sebagai wadah silaturahmi, informasi, komunikasi, konsultasi, dialog dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat dan pihak lainnya, yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan guna menampung aspirasi masyarakat. Serta dalam rangka menyamakan pemahaman dan langkah, untuk menjaga dan meningkatkan penyelenggaraan pembauran, demi menjaga persatuan dan kesatuan,” jelas Ketua FPK dalam paparannya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi, menyambut baik dan mengucap syukur dapat bersilaturahmi dengan para peserta yang berbeda latar belakang etnis Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. Hadir pada acara ini dari unsur lintas agama perwakilan FKUB, etnis Sunda, Jawa, Arab, Tionghoa, Batak, Papua, Flores, Minang/Padang, Madura dan Unsur Masyarakat Adat Sunda Wiwitan Paseban Cigugur.
Melalui dialog itu juga dapat mengetahui dan memahami betapa pentingnya menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan, tanpa harus menimbulkan gejolak dan konflik yang dapat memecah belah persatuan. Sebab melalui keanekaragaman yang telah ada tersebut, dapat menjadikan kita kuat sebagai Negara yang besar.
Dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum 2019, Pemerintah Kabupaten Kuningan berpesan kepada warga masyarakat berbeda etnis, Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan, untuk senantiasa menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati dan saling percaya diantara masyarakat, selalu menjaga ukhwah islamiyah, silaturahim, sehingga mempunyai tanggungjawab bersama dalam melestarikan dan menjaga nilai sosial yang telah ada ditengah masyarakat.
Hal utama saat ini, agar masyarakat tidak terpancing isu provokatif, berita hoax dan ujaran kebencian serta selalu menjaga suasana Kuningan yang rukun, harmonis, aman dan kondusif. Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 berjalan lancar, aman dan kondusif. (UU)
