Kuningan - Menindaklanjuti pembentukan Kepengurusan (LKS) Tripartit periode 2019 – 2022 serta berdasarkan Surat Perintah Kepala Disnaker...
Kuningan - Menindaklanjuti pembentukan Kepengurusan (LKS) Tripartit periode 2019 – 2022 serta berdasarkan Surat Perintah Kepala Disnakertrans, Tripartit yang terdiri dari Unsur Pemerintah, Unsur PPK APINDO, Unsur KSPSI melakukan sosialasasi Pembayaran Tnjangan Hari Raya (THR) kepada dua perusahaan, diantaranya PT. Zebra Asaba Industries dan PT. Utama Korindah, untuk disosialisasikan kembali kepada perusahaan-perusahaan lain.
Acara dihadiri oleh Kabid Perlindungan Ketenagakerjaan Ir. Bambang Wahyudi, Kepala Seksi Hubungan Industrial Yayah Meliawati, S,Sos, Wakil Ketua II PPK APINDO Emon Surahman, SE, Wakil Ketua DPK KSPSI Endang Gunardi dan Mediator Siti Ngaisah, S.Sos.
Kepala Disnakertrans Drs. H. Saduddin, M.Si yang diwakili oleh Kabid Perlidungan Ketenagakerjan Selasa (21/05/2019) mengatakan, bahwa THR Keagamaan diberikan kepada Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus dan yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.
Adapun besaran THR yang diberikan bagi Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa karja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan satu bulan upah dan bagi yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 kali 1 (satu) bulan upah.
Bagi Pekerja/Buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian harian lepas, upah 1 (satu) bulan dihitung sebagai berikut, Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum hari keagamaan. Dan bagi Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
Bagi perusahaan yang telah menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam Perjajian Kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama atau kebiasaan lebih besar dari nilai THR Keagamaan, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada Pekerja/Buruh tidak boleh dikurangi.
THR Keagamaan diberikan sekali dalam setahun dan pembayaran disesuikan dengan hari raya keagamaan Pekerja/Buruh serta THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan. (UU/DS)
