KUNINGAN (MARKA) - Hari pangan se Dunia ke-39 yang mengambil tema “Pangan Pituin Nanjeur Kuningan Beunghar Pinunjul” diikuti oleh 32 kecam...
KUNINGAN (MARKA) - Hari pangan se Dunia ke-39 yang mengambil tema “Pangan Pituin Nanjeur Kuningan Beunghar Pinunjul” diikuti oleh 32 kecamatan yang ada di Kebupaten Kuningan, dengan menampilkan aneka panganan berbahan dasar Non Beras, berlangsung pada hari Kamis (31/10/2019) di lapangan Pandapaparamarta komplek Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan.
Beras menjadi bahan pokok pangan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat Inonesia, oleh karena itu beras atau padi banyak ditanam oleh para petani kita, meskipun pada kenyataannya masih banyak diimport dari negara lain.
Kondisi inilah yang mejadi bahan pemikiran kita semua, terutama pada musim kemarau penjang dimana persediaan beras menurun drastis, di daerah tertentu masyarakat miskin harus rela mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar non beras.
Kepala Dinas Ketahanan Panngan Dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Kuningan Ukas Suharfa Putra mengtakan, bahwa ketersediaan beras di Indonesia pesang surut, pada saat panen besar terjadi surplus beras dan saat packlik seperti musim hujan dan dari fator bencana alam ketersediaan beras menurun.
“Dengan adanya acara seperti ini bisa mempromosikan kepada masyarakat supaya terbiasa megkonsumsi panganan berbahan dasar non beras terutama di saat paceklik,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama sangat antusias dan menyambut baik acara ini, semoga acara ini bisa memotifasi masyarakat untuk mau mengkonsusi makanan berbahan dasar non beras, seperti singkong, ubi jalar, jagung, talas, gandum dan lain-lain.
“Kepada para peserta saya ucapkan selamat berlomba semoga anda berhasil, meskpun tujuan utamanya adalah untuk memotivasi masyarakat supaya membiasakan diri mengkonsumsi panganan berbahan dasar non beras, tapi ini sebagai penyemangat saja,” tutup Bupati. (DS)
