KUNINGAN (MARKA) - Desa Dukuhlor Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan berpenduduk 2.459 orang, dengan sebagian besar mempunyai mata ...
KUNINGAN (MARKA) - Desa Dukuhlor Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan berpenduduk 2.459 orang, dengan sebagian besar mempunyai mata pencaharian bertani dan sebagian kecil generasi muda merantau ke berbagai kata di Indonesia. Demikian hal itu dikemukakan Kepala Desa Dukuhlor Rakib, S.Ag, saat wawancara dengan Kuningan Marka pada Selasa (03/12/2019) di ruang kerjanya.
Menurutnya, yang menjadi produk unggulan Desa Dukuhlor adalah anyaman bambu berupa cetok dan sangkar burung yang dapat menambah penghasilan masyarakat.
Desa Dukuhlor telah mendapatkan penghargaan Desa Ramah Anak Dan Ibu, kamudian juga pernah mengikuti lomba P2WKSS tingkat propinsi Jawa Barat dan mendapat juara serta penghargaan untuk kategori Desa Ramah Anak dangan pengembangan kreatifitas anak.
Semsntara itu, pembangunan yang telah sedang dan akan digarap dengan sumber dana dari DD dan ADD diantaranya Rutilahu sudah hampir tuntas seluruhnya, untuk bidang keamanan sudah membangun poskamling permanen masing-masing RT satu poskamling.
Kemudian, sesuai dengan amanah bahwa Desa Dukuhlor adalah Desa Ramah Anak telah dibangun berbagai fasilitas untuk anak-anak, diantaranya Taman Ramah Anak yang berlokasi di dua tempat yakni di dusn puhun dan dusun pahing.
Di lokasi yang sama juga dibangun dua lapangan mini yang layak untuk anak-anak, juga gedung Sanggar Seni untuk pengembangan kreatifitas anak, katanya.
Selanjutnya dari dana infrastruktur sudah dibangun jalan usaha tani secara rabat beton, untuk bidang kesehatan pada tahun ini mendapat program pamsimas dan tahun 2016 program jambanisasi sebanyak 50 unit dari Dinas Kesehatan. Salanjutnya pebangunan sefti thang comunal secara berkelanjutan untuk menunjang program Dukuhlor menggunakan sefti thank secara kaseluruhan.
Untuk bidang ekonomi setiap tahun mengsuport dana untuk BUMDDES (Badan Usaha Milik Desa), dimana dari dana ini masyarakat bisa memanfaatkannya untuk berbagai usaha kecil industri rumah tagga berskala kecil.
“Alhamdulillah BUMDES ini setiap tahunnya selalu kami berikan suntikan dana dan sebaliknya masyarakat sudah dapat memberikan penghasilan ke desa barupa PADes," imbuhnya.
Sementata pemberdayaan dikaksanakan pelatihan-pelatihan, diantaranya olahan untuk berbagai jenis makanan yang diberikan kepada perempuan kepala keluarga (PEKA), kemudian pelatihan bagi anggota UP2K yang ada di desa Dukuhlor serta bekerjasama dengan Karangtaruna diadakan pelatihan hidrophonik yang dilaksanakan oleh pemuda.
"Insya Allah program-program ini akan menjadi unggulan, kami sudah berkomitment dengan lembaga-lembaga yang ada di desa," pungkasnya. (DS)
