Kuningan - Dua orang siswa MTs Negeri 3 Kuningan (Cigugur), wakili Jawa Barat dalam Kompetisi Sains Madrasah tingkat nasional tahun 20...
Meski belum meraih gelar prestasi seperti yang diharapkan, turut mewakili Jawa Barat dalam kompetisi berskala nasional merupakan suatu kebanggaan dan pengalaman berharga bagi mereka berdua yang memang baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut.
Cindy dan Alfi harus bersaing dengan beberapa peserta dari provinsi lainnya. Meskipun dalam kompetisi tersebut baru satu mendali perunggu yang diperoleh Cindy, sedangkan untuk Alfi belum diberikan kesempatan untuk memperoleh mendali keduanya tetap merasa puas dan bangga dengan apa yang telah diperolehnya.
“Kami harus mengakui peserta dari provinsi lain yang menjadi juara KSM tingkat nasional 2018 memiliki kemampuan diatas rata-rata. Namun demikian, kami tidak patah semangat untuk belajar lebih giat dan mengikuti kembali kegiatan yang sama di tahun mendatang” kata Alfi.
Sementara itu, H Dadang Haerudin yang merupakan Kepala Sekolah MTsN 3 Kuningan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/10/2018) menuturkan, sebelum keduanya terpilih mengikuti KSM tingkat nasional untuk bidang studi IPS dan IPA, mereka harus menjalani seleksi tingkat kabupaten dan provinsi yang diikuti oleh calon peserta lain dari tiap kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Sebagai kepala sekolah merasa bangga, setelah Alfi meraih juara nasional dalam OSN kemudian berlanjut KSM tingkat nasional di Bengkulu. Mungkin keberuntungan belum berpihak pada kita, namun tidak boleh berputus asa. Belum berhasil meraih juara tingkat nasional dalam KSM ini sebagai cambuk untuk lebih termotivasi dalam belajar, sehingga suatu saat mereka akan meraih juara,” katanya.
Hj Imas Karmasih, yang merupakan pembimbing kedua siswa tersebut mengungkapkan bahwa proses panjanglah yang bisa mengantarkan peserta didik ke level nasional. Kedua siswa ditempa kemampuannya melalui bimbingan yang melibatkan sejumlah tenaga pengajar, hingga sempat mengikuti TC di LPP Salman ITB dan mendapat gemblengan dari Lembaga GO Kuningan secara intensif.
“Untuk IPA ini merupakan yang pertama, sedangkan IPS yang kedua kalinya,” ujarnya. (uu)

