Kuningan - Seminar 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang terdiri dari Stop BAB sembarangan, Cuci tangan menggunakan sab...
Kuningan - Seminar 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang terdiri dari Stop BAB sembarangan, Cuci tangan menggunakan sabun, Pengelolaan air minum & makanan yang sehat, Pengolahan sampah dengan benar dan Mengelola limbah cair rumah tangga yang aman, diberikan kepada PKK Desa, Karangtaruna, Ketua LPM dari 10 desa interfensi stunting oleh pemerintah pusat, Minggu (11/11/2018) Aula Restorant Lembah Ciremay Kuningan.
Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan jumlah keluarga yang berprilaku hidup bersih dan sehat serta memiliki akses sanitasi yaitu jamban dan air minum, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit berbasis lingkungan.
Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah menciptakan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan sanitasi dan peningkatan penyediaan kebutuhan akses sanitasi.
Akses sanitasi di Kabupaten Kuningan saat ini telah mencapai 89 % dan desa ODF sebanyak 84 atau 22,34 %. Jumlah ini masih jauh dari harapan, mengingat jumlah desa di Kabupaten Kuningan 376.
Sementara menurut Bupati Kuningan yang diwakili oleh Asisten Daerah Drs. H. Dadan Supardan, M.Si, Kabupaten Kuningan dalam hal sanitasi tinggal memoles saja, karena ada keiginan masyarakat untuk mensukseskan sanitasi, apalagi dengan adanya 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Kalau masalah sanitasi yang paling dominan adalah air, baik air untuk minum, air untuk cuci, air untuk mandi dan air limbah, oleh karenanya air menjadi sasaran utama untuk mensukseskan yang 5 pilar ini, katanya.
Dari 5 pilar ini yang mengutamakan air diantaranya adalah Stop BAB sembarangan, Cuci tangan menggunakan sabun, Pengelolaan air minum dan makanan yang sehat, harus benar-benar dilaksanakan. (uu/ds)
