Kuningan - Desa Padarek berdiri sekitar 300 tahun yang silam dan pendirinya adalah Buyut Bakal yang hidup pada masa penyebaran agama Isla...
Kuningan - Desa Padarek berdiri sekitar 300 tahun yang silam dan pendirinya adalah Buyut Bakal yang hidup pada masa penyebaran agama Islam. Demikian hal itu diungkapkan Kepala Desa Padarek Kecamatan / Kabupaten Kuningan Yoyo Supriadiningrat dalam acara Hajat Sabumi di makam Dukuh Desa setempat, pada hari Minggu (16/12/2018).
Kepala Desa mengatakan, acara ini digelar bulan Desember setiap tahunnya karena pada bulan Januari sudah memasuki musim tanam. Adapun tujuannya adalah untuk mencari keberkahan dan keselamatan bagi para petani serta memohon tidak terkena berbagai hama.
“Pada bulan Desemer inilah diselenggarakan acara Acara Hajat Sabumi dan pada bulan Januari para petani mulai menanam bibit-bibtan, terutama padi yang jadi bahan pokok sehari-hari,” katanya.
Diadakanya acara ini selain untuk keberkahan bagi para petani juga agar gaearasi muda sedikitnya tahu mangenai asal usul Desa Padarek, yang konon katanya Buyut Bakal yang memulai ada kehidupan di Desa Padarek ini.
Desa Padarek awalnya bernama Padaliren artinya pada singgah, konon ceritanya menjadi tempat persinggahan para wali saat akan meng-Islam-kan masyarakat Kuningan timur terutama Luragung.
“Selain Buyut Bakal juga ada yang lainnya dan perlu untuk dikenali oleh masyarakat Desa Padarek, yakni diantaranya Buyut Umar di kebon jengkol, Buyut Sri Kuning di tengah dayeuh dan Buyut Umar di sebelah timur lapang,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam acara Hajat Sabumi ini masyarakat yang memiliki sawah atau ladang di Desa Padarek disarankan untuk mengikutinya, karena selain menjalankan tradisi degan menyembelih kambing juga melakukan kegiatan kebersihan di sekitar makam tersebut. (DS)
