Kuningan - Dalam program kependudukan, Keluarga Berencana pemberdayaan keluarga tidak hanya menangani masalah alat kontrasepsi saja, melai...
Kuningan - Dalam program kependudukan, Keluarga Berencana pemberdayaan keluarga tidak hanya menangani masalah alat kontrasepsi saja, melainkan lebih daripada itu yaitu upaya untuk meningkatkan peran serta atau kepedulian masyarakat pada masalah kependudukan, pendewasaan usia perkawinan, pengendalian penduduk, ketahanan keluarga, kesejahteran keluarga dan pembangunan keluarga itu sendiri yang di dalamnya terdapat program kesehatan reproduksi (KESPRO).
Hal itu diungkapkan Kepala DPPKB Kabupaten Kuningan Dra. Hj. Poppy N Puspitasari, pada acara Bimtek Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi di Wisma Permata Kuningan pada Kamis (11/07/2019) dihadapan para bidan desa dan waria di Kabupaten Kuningan.
Kesehatan reproduksi, tidak hanya bagi remaja saja namun lebih dari itu mencakup pula kesehatan reproduksi bagi anak-anak, remaja dan dewasa maupun lansia sesuai dengan siklus kehidupan manusia.
Permasalahan kesehatan reproduksi harus terus ditanggulangi, karena berdampak pada tingkat kesehatan kesejahteraan masyarakat. DPPKB Kabupaten Kuningan mempunyai kewajiban untuk menanggulangi masalah kesehatan reproduksi dengan cara prefentif atau pencegahan.
“Bimbingan teknis ini harus terus ditingkatkan, sehingga pada akhirnya nanti tujuan dari KESPRO untuk menciptakan keluarga berkwalitas serta generasi yang sehat dan cerdas akan terwujud,” katanya.
Disamping itu peraturan pemerintah tentang kesehatan reproduksi, telah menekankan bahwa sebagai warga negara, berhak untuk mendapatkan pemenuhan hak-hak reproduksinya dan berhak pula untuk mendapatkan pelayanan promosi dan konseling.
Kita tidak dapat mengalak, bahwa fenomena sekarang ini masih banyak orang / kelarga yang terkena penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi, diantaranya kanker servic, kanker payudara, infeksi menular seksual (IMS) bahkan ada yang tertular HIV / AIDS yang belum ada obatnya.
“Dengan adanya kegiatan bimtek ini, diharapkan setiap orang atau keluarga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berhubungan dengan alat reproduksi seperti HIV / AIDS,” pungkasnya. (DS)
