KUNINGAN (MARKA) - Proyek pembangunan revitalisasi waduk darma memberikan dampak buruk terhadap warga setempat. Terutama mereka yang ber...
KUNINGAN (MARKA) - Proyek pembangunan revitalisasi waduk darma memberikan dampak buruk terhadap warga setempat. Terutama mereka yang berjualan di sekitar lokasi proyek tersebut.
"Sejak berlangaungnya pekerjaan itu, kami mengeluh. Sebab, pendapatan dari biasa jualan kami menurun dan sama sekali tidak ada yang jajan," ungkap Manaf (63),salah seorang pemilik warung, di sekitar proyek pembangunan. Rabu, (23/10/2019).
Selain Manaf, Bandi (39) juga mengeluh adanya pekerjaan proyek tersebut. Pasalnya, usaha jualan makanan ringan disekitar objek wisata waduk darma. Terancam gulung tikar alias merugi.
"Terus terang saya rugi besar pak. Ya, barang dagangan saya banyaknya kadaluarsa dan bau apek. Otomatis saya buanglah," kata Bandi yang mengaku kerugian sampai sekarang sudah 2 juta.
Terpantau dilokasi, pengerjaan proyek revitalisasi Waduk Darma Kuningan, bersumber dari anggaran pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dikerjakan dengan nomor surat perintah kerja 602.1/4019/SP/ST/UPTDPSDA WS. Cmnk-Cagr.
Dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 8.005.391.000, selama 90 (sembilan hari ) masa kalender. Kemudian untuk teknik pelaksanaan ini dilakukan oleh PT. Muara Consult, PT. Samudara Adi Nusantara dan PT. Jasa Perencana Nusantara. (UU)
