KUNINGAN MARKA- H. Cipto S.PD, MM tanggal 3 Septamber 2019 lalu, mendapat mandat dari Bupati Kuningan untuk memimpin SMP Negeri 6 Kuning...
KUNINGAN MARKA- H. Cipto S.PD, MM tanggal 3 Septamber 2019 lalu, mendapat mandat dari Bupati Kuningan untuk memimpin SMP Negeri 6 Kuningan, dengan jumlah siswa baru 150 orang saja ditengah-tengah sekolah-sekolah besar di kota Kuningan yang keadaan siswanya cukup banyak.
Berdasarkan sejarah ada sebuah historis, dulunya SMP Negeri 6 Kuningan adalah ST (Sakolah Tekhnik), setelah itu dirubah menjadi SMP Plus, keadaan siswa masih bertahan, hingga dihilangkan menjadi SMP umum.
Mungkin karena live skil dihilangkan dari SMP Plus, maka makin kesini jumlah murid makin sedikit, katanya pada Kamis (28/11/2019) di ruang kerjanya.
H. Cipto menyatakan, sekrang hanya tinggal 6 rombel, kelas 7, 8 dan 9 masing-masing 2 rombel, dengan guru dan tenaga kependidikan hanya 25 orang. Keadaan seperti ini tetap dipertahankan namun akan diperjuangkan dengan menawarkan beberapa program unnggulan.
“Insya Allah kami punya moto TERCINTA, anak-anak agar menjadi siswa yang terampil, cerdas, innovatif dan takwa, cerdas dari sisi intelektual, emosional dan spiritual," ucapnya.
Dan bagi anak-anak terampil punya inovatif yang didasari ketakwaan, pihaknya punya program yakni penguatan karakter anak, dimana akhlak porsinya diperbanyak dalam situasi zaman milenial seperti sekarang ini.
Untuk itu ada program Islami, diantaranya sholat duha, pembacaan surat Yasin, muhadorohan dan lain-lain. Ketika ia masuk ke SMP 6, hanya 28 persen siswa yang hafal membaca Qur’an dengan baik. Sehingga kedepan ada program tutor sebaya bagi anak-anak yang bisa baca Quran kepada teman-temannya yang belum bisa.
"Dengan demikian enam bulan ke depan diharapkan seluruhnya sudah tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa membaca Quran," ungkapnya.
Menurut H. CIPTO, untuk kedepan akan diadakan program santri kalong, dimana anak-anak belajar ilmu agama pada malam hari oleh ustad yang siap mondok di sekolah.
Mulai saat ini SMP Negeri 6 Kuningan berbenah diri, seperti fisik bangunan serta perlengkapan sarana prasarana lainnya.
Anak berprestasi akan mendapat pelajaan tambahan untuk keikutsertaanya dalam Olimpiade Sains, FL2SN dan O2SN. Diharapkan kedepan SMP Negeri 6 Kuningan akan bisa setara dengan SMP lainnya, bahkan bisa menjadi teladan untuk pengembangan budaya 5 S yakni senyum, salam, sapa dan sopan santun. (DS)
