KUNINGAN (MARKA) - Tokoh pemuda sekaligus ketua tim pemenangan, salah satu calon kepala desa puncak, yakni Ano Mauludin minta ulang pilih...
KUNINGAN (MARKA) - Tokoh pemuda sekaligus ketua tim pemenangan, salah satu calon kepala desa puncak, yakni Ano Mauludin minta ulang pilihan kepala desa setempat. Pasalnya, dalam perjalanan dan teknis pelaksanaan di duga ada 'permainan' yang tidak sportif. "Bentuk penilaian kami kepada panitia pilkades, terutama mengenai lipatan kertas suara, yang mengakibatkan suara tidak sah itu melambung," ungkap Ano saat memberikan keterangan kepada awak media. Selasa, (4/11/2019).
Disebutkan, bentuk kekecewaan sebagai salah satu tim sukses calon terhadap hasil pilkades Desa Puncak yang tidak sesuai harapan. "Bukan karena calon yang saya dukung kalah. Melainkan hasil suara yang tidak sah terlalu banyak. Malahan menjadi peringkat ke tiga dari kelima calon tersebut," ujar dia.
Ada apa denngan panitia, tanya dia,
apakah panitia mendukung salah satu calon atau anggaran yang disediakan terlalu kecil. Sehingga tidak dapat dilaksankan sosialisasi terhadap masyarakat. "Kemudian melihat draf pelaksanaan tahapan pilkades itu tertuang dalam bentuk kampanye terbuka selama lima hari. Kenapa hanya di beri satu kali," terang dia.
Ano yang juga mantan aktivis GMNI kuningan ini mengatakan, pihaknya sangat menyesali dengan kertas suara.
"Nah, cara melipat panitia itu seperti menjebak pemilih. Karena pemilih awam menganggap sudah terbuka total. Tapi ternyata masih ada satu lipatan lagi. Sehingga coblosannya dobel (Simetris)," imbuhnya.
Pilihan Kepala Desa Puncak, kata dia, ini harus dilakukan pilih ulang. Sebab dalam aturan termaktub di perbu itu sudah sangat jelas tentang bagaimana suara sah dalam pencoblosan. (UU)
