KUNINGAN (MARKA) - Buntut peminjaman uang oleh DPRD Kuningan yang dilakukan salah seorang anggota DPRD Kuningan, yakni H. Cartam Sulaiman...
KUNINGAN (MARKA) - Buntut peminjaman uang oleh DPRD Kuningan yang dilakukan salah seorang anggota DPRD Kuningan, yakni H. Cartam Sulaiman, merupakan kader Partai Nasdem itu mendapat perhatian serius dari Ketua DPD Nasdem Kuningan, Hj. Elit Nurlita Sari.
Dalam pertemuan terbuka yang di hadiri pengurus harian DPD Nasdem dan sejumlah Ketua DPC Nasdem. Elit mengatakan, pertemuan ini memang rutin dilakukan sebagai motivasi terhadap pengurus dan kader. Untuk menumbuhkembangkan, nilai militansi dan loyalitas terhadap partai "Kami diam bukan tidak mengetahui persis soal anggota dewan dari partai kami. Dan komunikasi seperti ini, sering kami lakukan dalam evaluasi dan motivasi," jelas Elit disela acara tadi, bareng awak media di salah satu cafe di kuningan, Selasa (18/02/2020).
Menurut Elit, kebesaran partai besutan Surya Paloh, sangat menjadi kesucian masing - masing kadernya. Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan oleh kader sekaligus anggota dewan (Cartam, red), harus mendapat perhatian lebih serius. Terlebih belakangan ini, Partai Nasdem mendapat penilaian sebagai lembaga rentenir. "Itu tidak benar, partai kami lembaga politik yang memiliki mekanisme dan aturan jelas dalam bernegara. Dan tidak menutup kemungkinan, kami belakangan ini sangat malu dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat. Terutama mengenai tindakan peminjaman uang sebesar 1 Milyar ke Kantor DPRD Kuningan," papar Elit menggebu-gebu.
Cartam yang tak hadir dalam pertemuan Partai Nasdem, kata Elit itu menegaskan, sebenarnya dalam kegiatan yang dilangsungkan seperti ini. Tentu melalui sistem dan mekanisme partai. Pasalnya, ini kegiatan internal yang idelanya diketahui kader dari masing - masing tugas dan fungsinya, di struktural partai. "Disini bisa saksiskan langsung, ada Ketua Nasdem DPC Kuningan, Ciwaru, Karangkancana dan banyak lagi. Jadi, pertemuan seperti ini. Kita sudah undang sekaligus Pak Cartam. Namun soal ketidakhadiran, itu menandakan bahwa bersangkutan masih loyal," tegas Elit lagi.
Menyinggung soal peminjaman sebesar 1 Milyar, imbuh Elit, dirinya tidak mengetahui persis atas tindakan yang dilakukan Cartam kepada lembaga dewan. Sebab sebelumnya, hal itu tidak melakukan kordinasi antara pak dewan dengan partai. "Meski demikian, DPW telah memanggil saya dengan pak Cartam soal peminjaman tersebut. Pemgakuan Pak Cartam dalam meminjamkan uang kepada dewan. Itu melalui konsultasi dengan BRI," ujar Elit tanpa memberikan bukti surat peminjaman uang yang dilakukan oleh Cartam kepada DPRD Kuningan.
Di sisi lain, kata Elit, dirinya sangat prihatin ketika sosok Cartam mengudara, akan pindah haluan dan telah menjadi konsumsi yang bukan rahasia lagi. "Tentang wacana perpindahan Pak Cartam ke partai lain. Saya sudah dengar dan mengetahui persis informasinya," ujarnya.
NasDem di Kuningan Tidak Rontok
Terkait rontoknya struktural partai NasDem di tingkat kecamatan (DPC) dan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD dari beberapa kader yang mengatasnamakan koordinator dapil atau wilayahnya. Juga mendapat bantahan telak, bahwa isu itu tidak benar, sebab hingga kini dirinya dan pengurus DPD NasDem tidak menerima surat pengunduran diri dari para pengurus partai di tingkat kecamatan.
"Data di kami, ada 32 DPC NasDem sudah terbentuk dan struktural yang masih utuh serta aktif itu mencapai 17 DPC NasDem," ucap Mauludim, yang juga pengurus NasDem di Bagian Hukum (BaHu). (PAY)
Dalam pertemuan terbuka yang di hadiri pengurus harian DPD Nasdem dan sejumlah Ketua DPC Nasdem. Elit mengatakan, pertemuan ini memang rutin dilakukan sebagai motivasi terhadap pengurus dan kader. Untuk menumbuhkembangkan, nilai militansi dan loyalitas terhadap partai "Kami diam bukan tidak mengetahui persis soal anggota dewan dari partai kami. Dan komunikasi seperti ini, sering kami lakukan dalam evaluasi dan motivasi," jelas Elit disela acara tadi, bareng awak media di salah satu cafe di kuningan, Selasa (18/02/2020).
Menurut Elit, kebesaran partai besutan Surya Paloh, sangat menjadi kesucian masing - masing kadernya. Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan oleh kader sekaligus anggota dewan (Cartam, red), harus mendapat perhatian lebih serius. Terlebih belakangan ini, Partai Nasdem mendapat penilaian sebagai lembaga rentenir. "Itu tidak benar, partai kami lembaga politik yang memiliki mekanisme dan aturan jelas dalam bernegara. Dan tidak menutup kemungkinan, kami belakangan ini sangat malu dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat. Terutama mengenai tindakan peminjaman uang sebesar 1 Milyar ke Kantor DPRD Kuningan," papar Elit menggebu-gebu.
Cartam yang tak hadir dalam pertemuan Partai Nasdem, kata Elit itu menegaskan, sebenarnya dalam kegiatan yang dilangsungkan seperti ini. Tentu melalui sistem dan mekanisme partai. Pasalnya, ini kegiatan internal yang idelanya diketahui kader dari masing - masing tugas dan fungsinya, di struktural partai. "Disini bisa saksiskan langsung, ada Ketua Nasdem DPC Kuningan, Ciwaru, Karangkancana dan banyak lagi. Jadi, pertemuan seperti ini. Kita sudah undang sekaligus Pak Cartam. Namun soal ketidakhadiran, itu menandakan bahwa bersangkutan masih loyal," tegas Elit lagi.
Menyinggung soal peminjaman sebesar 1 Milyar, imbuh Elit, dirinya tidak mengetahui persis atas tindakan yang dilakukan Cartam kepada lembaga dewan. Sebab sebelumnya, hal itu tidak melakukan kordinasi antara pak dewan dengan partai. "Meski demikian, DPW telah memanggil saya dengan pak Cartam soal peminjaman tersebut. Pemgakuan Pak Cartam dalam meminjamkan uang kepada dewan. Itu melalui konsultasi dengan BRI," ujar Elit tanpa memberikan bukti surat peminjaman uang yang dilakukan oleh Cartam kepada DPRD Kuningan.
Di sisi lain, kata Elit, dirinya sangat prihatin ketika sosok Cartam mengudara, akan pindah haluan dan telah menjadi konsumsi yang bukan rahasia lagi. "Tentang wacana perpindahan Pak Cartam ke partai lain. Saya sudah dengar dan mengetahui persis informasinya," ujarnya.
NasDem di Kuningan Tidak Rontok
Terkait rontoknya struktural partai NasDem di tingkat kecamatan (DPC) dan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD dari beberapa kader yang mengatasnamakan koordinator dapil atau wilayahnya. Juga mendapat bantahan telak, bahwa isu itu tidak benar, sebab hingga kini dirinya dan pengurus DPD NasDem tidak menerima surat pengunduran diri dari para pengurus partai di tingkat kecamatan.
"Data di kami, ada 32 DPC NasDem sudah terbentuk dan struktural yang masih utuh serta aktif itu mencapai 17 DPC NasDem," ucap Mauludim, yang juga pengurus NasDem di Bagian Hukum (BaHu). (PAY)
