KUNINGAN (MARKA) - Sebanyak 64 peserta dari 32 Kecamatan mengikuti Bimbingan Tknis Pendamping Dan Pengelola Poktan Bina Keluarga Lansia T...
KUNINGAN (MARKA) - Sebanyak 64 peserta dari 32 Kecamatan mengikuti Bimbingan Tknis Pendamping Dan Pengelola Poktan Bina Keluarga Lansia Tahun 2020, berlangsung Senin (16/03/2020) di Gedung Kelurahan Cijoho Kuningan.
Ketua penyelenggara Dra. Rina Sukmawati menngatakan, dengan adanya kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia diharapkan keluarga yang mempunyai anggota Lansia lebih aktif lagi untuk kegiatan serta melalui Program Pembangunan Keluarga yang komprehensif bersama Mitra Kerja dapat meningkatkan kualitas keluarga yang berkarakter dalam mewujudkan Lansia Tangguh.
Sementara Plt Kepala BKKBP3A Drs. Iskandar, M.Pd mengungkapkan, program pembangunan nasional diarahkan kepada pembangunan yang berwawasan kependudukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (sdm) indonesia yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan amanat UU No 52 tahun 2009 tentang kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) yang substansinya terangkum dalam strategi “geber obat lagu ega”.
Generasi muda sebagai penentu nasib bangsa di masa yang akan datang menjadi prioritas utama dalam pengembangan program KKBPK. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk generasi muda yang berkualitas, cerdas, sehat dan berperilaku terpuji. Terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif seperti minuman keras, narkoba, pornografi, sex bebas dll.
Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak ternyata bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana caranya mengasuh anak dengan baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka.
Pembinaan lansia dapat dilakukan melaui kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL), yaitu kegiatan yang dilakukan oleh keluarga yang memiliki lansia atau sudah menjadi lansia untuk memahami dan membina kondisi serta masalah lanjut usia guna meningkatkan kesejahteraanya. Dengan kata lain kegiatan bina keluarga lansia (BKL) merupakan salah satu program dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar lansia secara keseluruhan baik kebutuhan fisik, psikis, sosial, spiritual maupun kebutuhan ekonominya.
Pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan suatu proses atau kegiatan ekonomi (bekerja atau berusaha), yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan keluarga. Pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan salah satu yang dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat untuk memantapkan keberhasilan program keluarga berencana. Usaha pemberdayaan ini sejalan dengan undang-undang no 10 tahun 1992 bahwa tujuan akhir gerakan kb bukan hanya keluarga kecil tetapi juga keluarga sejahtera yang mencakup ekonomi keluarga.
“Kepada para peserta kami ucapkan selamat mengikuti kegiatan ini, semoga apa yang disampaikan oleh para narasumber dapat bermanfaat,” pungkasnya. (DS)
