ANTARA LPP DAN TFR DALAM PENGENDALIAN PENDUDUK SEBAGAI DAMPAK DEMOGRAFI

Oleh; DERUS* Penduduk merupakan bagian integral darikehidupan, sekaligus sebagai totalitas dari himpunan keluarga, masyarakat ...



Oleh; DERUS*

Penduduk merupakan bagian integral darikehidupan, sekaligus sebagai totalitas dari himpunan keluarga, masyarakat dan bangsa. Dalam penduduk juga terdapat dua hal utama yang saling membedakan tapi menentukan yaitu sebagai potensi dan persoalan, yakni sebagai salahsatu modal dasar pembangunan tetapi sekaligus dapat menimbulkan persoalan tergantung kepada keberadaan penduduk itu sendiri.

Secara umum dalam pembangunan kependudukan terdapat tiga(3) unsur utama yaitu aspek kuantitas, kualitas dan mobilitas. Secara kuantitas terkait dengan jumlah, dampak dan upaya, kemudian aspek kualitas terkait dengan mutu kehidupan dan kemampuan SDM sedangkan aspek mobilitas adalah keluar masuk secara kewilayahan (dinamikamasyarakat). Secara rinci jumlah merupakan angka absolut, sedangkan dampak menyangkut dengan masalah yang ditimbulan disertai upaya penanggulangannya. Adapun mutu SDM meliputi kesehatan, pendidikan dan dayabeli. Sedangkan mobilitas meliputi keluar masuk penduduk secara kewilayahan (migrasi) baik masuk maupun keluar.

Selanjutnya untuk menjadikan penduduk sebagai sumberdaya yang unggul atau berkualitas tentunya pertumbuhannya harus diperhatikan agar terkendali dan terarah, yang dalam istilah demografi disebut dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dan Total Fertility Rate (TFR). Namun demikian secara eksisting tidak jarang menyisakan persoalan yang harus diantisipasi / ditindaklanjuti.

LPP dan TFR merupakan tolok ukur dalam pertumbuhan penduduk yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, antara lain secara umum Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) adalah jumlah kelahiran dikurangi dengan jumlah kematian, ditambah dengan penduduk yang masuk, serta dikurangi penduduk yang keluar (migrasi). SedangkanTotal Fertility Rate (TFR) adalah Rata-rata jumlah kelahiran dari seorang perempuan atau ibu selama masa suburnya. Jadi jumlah kelahiran berbanding jumlah ibu yang berusia 15-49 tahun atau yang masih subur. Adapun untuk kurun waktu perhitungan tergantung pada kepentingan dan metoda yang digunakan seperti survey atausensus, jadi bisa tahunan dengan survey, lima tahunan dengan supas dan sepuluh tahunan dengan sensus. (Ida Bagus Mantra, 1985)

Kondisi Eksisting Kab. Kuningan

UntukKab. Kuningan berikut ini dapat dilihat kondisi capaian pengendalian pertumbuhan penduduk dalam bentuk dampak demografi antaralain :

Dimulai dari tahun 1970 sekaligus bertepatan dengan dimulainya program KB, melalui media Sensus Penduduk, saat itu LPP Kab. Kuningan sebesar 2,92 dengan TFR 5,87 dan penduduk 658.576. Kemudian setelah melaui 3 kali sensus sampai pada Sensus Pendudukan 2010 LPP menjadi 0,48 dan TFR 2,46 dengan jumlah penduduk 1.133.164 Sementara pada pertengahan antar sensus (SUPAS) 2015 posisi LPP berada pada angka 0,37 (lebih kecil lagi dari 2010) dan TFR 2,13 dengan penduduk 1.148.482 (Evaluasi Program KB 2019 dalam RPJMD 2018-2023).

Dari kondisi tersebut dapat dilihat bahwa secara matematis menunjukkan angka yang cukup baik dengan trend positif, tetapi kita tidak boleh lengah / terlena karena khusus dalam LPP sangat diwarnai oleh keluar-masuknya warga Kuningan bahkan lebih didominasi oleh lebih banyak yang keluar / merantau, serta selisih lahir dan mati, sementara TFR nya masih berada pada posisi diatas angka 2, hal ini menunjukkan bahwa pada aspek pengaturan kelahiran (KB) masih menjadi PR tersendiri yang harus terus digenjot sebagai penopang utama dalam pengendalian pertumbuhan penduduk, belumlagi kita masih sedang menunggu hasil potret dari Sensus Penduduk (SP) 2020 yang masih sedang berproses.

Persoalan yang ada

Secara makro salah satu persoalan dalam pertumbuhan penduduk adalah lajunya masih cukup kencang, sebagaimana teori Thomas Robert Malthus menyebutkan bahwa laju pertumbuhan penduduk seperti Deret Ukur (geometric) 1,2,4,8,16 dst, sedangkan laju pertumbuhan kesejahteraan seperti Deret Hitung (aritmatic) 1,2,3,4,5 dst bahkan kenaikannya bisa hanya dalam angka desimal. (An Essay on the Principle of Population, dalam Ida Bagus Mantra, 1985).

Disamping itu dalam cetak biru (blue print) pembangunan kependudukan perlu dipertajam lagi dalam berbagai program / kegiatan yang berwawasan kependudukan serta diback up dengan data base yang akurat disertai data pendamping yang dibutuhkan sebagai second opinion. Belum lagi aspek kelembagaan pengelola program di tataran hulu masih dalam bentuk badan belum berbentuk Kementeriaan, termasuk dampak demografi dalam bentuk LPP masih menjadi yang dominan (Soeroso Dasar, 2011).

Belum persoalan secara teknis yang sering datang dari warga masyarakat sendiri dalam menyikapi pentingnya konsep berencana itu keren dua anak lebih sehat masih belum melembaga dan membudaya, terbukti angka usia kawin pertama (UKP) wanita masih 18,2 tahun, sehingga masa subur seorang wanita cenderung lebih panjang, juga kebiasaan pergi ke kota besar secara migras I /urban masih tinggi karena kota lebih menjanjikan walaupun harus berhadapan dengan berbagai resiko. Sementara yang tidak kalah pentingnya adalah kesertaan ber KB masyarakat masih didominasi oleh metoda Non MKJP 53,20 % (Evaluasi KB dalam RPJMD 2018-2023) yang relatif rawan DO, serta persoalan lainnya yang mewarnai program terlebih di era pandemic covid 19 ini yang berdampak cukup luas terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat dan kenegaraan.

KB sebagai penyangga utama

KB harus menjadi skrup besar, ibarat dalam sebuah kendaraan berperan sebagai penyelamat lajunya program pembangunan keluarga (Bangga Kencana). Untuk itu, strategi preventive cheks yakni melalui pendekatan PUP dan kontrasepsi masih harus menjadi yang utama sebagai khitoh, yang dilengkapi dengan program / kegiatan integrasi lain sebagai pendukung, karena keberhasilan yang lain akan kehilangan ruh manakala khitohnya melenceng apalagi gagal, ingat planet bumi sudah terlalu berat dan panas (global warning) menopang populasi manusia, sudah tidak ideal dengan daya tampung dan daya dukung lingkungan.

Melalui aspek KB LPP dan TFR sebagai dampak demografi sekaligus dampak kinerja program, harus terus mendapat perhatian, tetapi bukan berarti LPP tidak penting sebagai tolok ukur pertumbuhan penduduk, tetap harus beriringan, tetapi untuk TFR agar dapat lebih diperhatikan lagi karena disamping masih lampu kuning (masih diatas dua) juga karena didalamnya terkandung aspek Kesehatan dan Keselamatan Reproduksi daribahaya 4T (Terlalu Muda, Tua, Sering dan Dekat), sehingga pada gilirannya dapat terwujud budaya BERENCANA ITU KEREN dan DUA ANAK LEBIH SEHAT. (*Penulis adalah anggota Juang Kencana Kab.Kuningan). (Dink S Arizona)




Kontributor

Nama

.pemerintaha,5,.pemerintahan,81,234 SC,9,AFF 2018,4,Amin Santono,4,Aneka,117,Asean Games,1,Bara Nusantara,1,Bisnis,1,BNN,1,Bunda paud,1,Cirebon,5,Dana Desa,1,Demo,2,Desa Dukuhlor,1,desa pajambon,1,DPRD kuningan,3,Ekonomi,20,Fatwa,1,Gebyar 10001 Merah Putih,1,H Ujang Kosasih,1,Habib Rizieq,1,Haji,1,Hari Jadi Kuningan 520,2,Hari Pangan,1,Hot News,22,Hri Jadi Kuningan 520,1,Hukum,23,HUT PGRI,1,IPB,1,Jawa Barat,1,Jepang,1,Jokowi,3,Jurnalis,1,Kekerasan,3,KEMENAG KUNINGAN,1,Kesehatan,11,Ketua DPC PKB Kuningan,1,Korupsi,6,KPK,4,KPU,1,Kuningan,102,Kuningan Bercahaya,1,Ma'ruf Amin,1,MI PUI KUNINGAN,1,MR,1,MUI,1,Narkoba,2,Nasional,12,ODOJ,1,Olahraga,10,PAN,1,Partai Demokrat,2,Pekan Raya Kuningan,1,peme,1,Pemerintah,1,Pemerintaha,12,Pemerintahan,274,Pemilu 2019,4,Pendidikan,43,Pertanian,1,PKS,2,PMERINTAHAN,1,Politik,36,Politik Uang,1,PPP,1,Prabowo,1,PWI Kuningan,1,Rekor Dunia,1,Religi,1,Romahurmuziy,1,Saptonan,1,Skandal,1,smpn 1 kuningan,1,Smpn 6 Kuningan,1,Sosial Budaya,16,Stunting,1,Tasikmalaya,1,Timnas U-16,1,Tommy Soeharto,1,Vaksin,1,Wisata,1,Yosa Octora Santono,1,
ltr
item
Koran Marka: ANTARA LPP DAN TFR DALAM PENGENDALIAN PENDUDUK SEBAGAI DAMPAK DEMOGRAFI
ANTARA LPP DAN TFR DALAM PENGENDALIAN PENDUDUK SEBAGAI DAMPAK DEMOGRAFI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjekDZsmsDzd2fNqsrR6bow4BYV0QJ-BCPEdE-Gli3UKNLF032Wn95SfRhCqij0D8c5hD5_p_IXfLcXC6xlUW5xKbnLVzHsbpJRsESqIfpX-GRffJeB4JAevPtAomuiGbVJ5ZYuiXqf12A/s200/ANTARA+LPP+DAN+TFR.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjekDZsmsDzd2fNqsrR6bow4BYV0QJ-BCPEdE-Gli3UKNLF032Wn95SfRhCqij0D8c5hD5_p_IXfLcXC6xlUW5xKbnLVzHsbpJRsESqIfpX-GRffJeB4JAevPtAomuiGbVJ5ZYuiXqf12A/s72-c/ANTARA+LPP+DAN+TFR.jpg
Koran Marka
http://www.koranmarka.com/2020/07/antaralpp-dan-tfr-dalampengendalian.html
http://www.koranmarka.com/
http://www.koranmarka.com/
http://www.koranmarka.com/2020/07/antaralpp-dan-tfr-dalampengendalian.html
true
7649270645801447767
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy