Kuningan (Marka) - KIE adalah ruhnya program Bangga Kencana, oleh karena itu kedudukannya sangat penting. dengan KIE itulah kita selak...
Kuningan
(Marka) - KIE adalah ruhnya program Bangga Kencana, oleh karena itu
kedudukannya sangat penting. dengan KIE itulah kita selaku petugas mempromosikan
program tersebut, sehingga orang merasa butuh untuk mengikuti program Bangga Kencana.
Demikian
diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kuningan, Trisman Supriatna, S.Pd. M.Pd. saat membuka kegiatan bimbingan teknis KIE Berbasis IT Bagi
Petugas Lini Lapangan Se-Kabupaten
Kuningan, di gedung Wanita Jl. Soekarno-Hatta Cigintung Kuningan, Rabu
(22/07/2020).
Selama
ada program Bangga Kencana maka tentu selama itulah akan tetap ada KIE. Masalahnya
adalah bagaimana kita mengemas, menyusun isi pesan, menggunakan media yang
sesuai dengan sasaran dan situasi yang terus berkembang.
Teknologi
informasi berkembang sangat pesat sekali, sudah tentunya akan banyak membawa
perubahan pada pelaksanaan kegiatan KIE yang dilakukan. Hal tersebut bukan suatu
keniscayaan bagi program Bangga Kencana namun merupakan suatu kebutuhan untuk
keberhasilan program tersebut.
Berbicara
tentang KIE sudah barang tentu akan tertuju pada upaya bagaimana melakukansebuah proses penyampaian isi pesan program
pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (kb) dari pengelola
dan pelaksana kepada keluarga dan masyarakat, untuk ’’diketahui, dimanfaatkan dan mendapatkan tanggapan’’, yang
didasarkan pada data dan fakta tentang program bangga kencana.
Melalui kegiatan KIE diharapkan dapat
meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang program Bangga Kencana serta jenis
layanannya. Lebih jauh daripada itu diharapkan dengan pemahaman dan tanggapan
masyarakat terhadap program KB tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
“Mendesain dan melaksanakan KIE
itu tidak mudah, perlu keuletan, oleh karena
itu kepada teman-teman PKB/PLKB diharapkan mampu melakukan adaptasi dan mengadopsi teknologi, sehingga kie tersebut terpola sesuai dengan sasaran,” katanya.
Beberapa hal yang masih menjadi persoalan dan harus
diperbaiki/ditingkatkan dalam melakukan
kie antara lain: data,
sinergitas antara sasaran dan disain isi pesan
serta media yan digunakan,
belum semua memanfaatkan teknologi informasi, belum semua membuat laporan pelaksanaan kie
yang sesuai dengan tuntutan akreditasi penialian PKB/PLKB. (Dink S Arizona).
