KUNINGAN (MARKA) - Menyikapi masa Covid – 19 yang terjadi sejak januari 2020 sampai dengan saat ini SMP Negeri 6 Kuningan dalam sistem pe...
KUNINGAN (MARKA) - Menyikapi masa Covid – 19 yang terjadi sejak januari 2020 sampai dengan saat ini SMP Negeri 6 Kuningan dalam sistem pembelajaran mengacu pada instruksi Bupati, banyak istilah diantaranya BDR, PJJ, Luring, Daring, yang pada intinya belajar terus dilakukan dengan mengkombinasikan daring dan luring.
Hal itu terungkap dalam wawancara kami dengan Kepala SMP Negeri 6 Kuningan H. Cipto pada Selasa (22/09/2020).
Mengenai penerimaan siswa baru di masa pandemik Covid – 19 ini diharapkan sekolah-sekolah yang sudah punya nama dapat berbagi dan pihaknya selalu menunggu pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang zonasi, sehingga jumlah siswa baik dari zona sekitar maupun luar zona dapat merata minimal bisa mendekati sembilan rombel.
“Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya semangat berbagi dari sekolah-sekolah lain yang dibatasi sembilan rombel, namun demikian tingkat partisipasi siswa baru untuk tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Upaya-upayapun dari waktu ke waktu terus dilakukan agar SMP Negeri 6 Kuningan dapat meningkatkan mutu dalam segala aspek, terutama pendekatan dengan para kiai dan alim ulama untuk ikut membantu dalam rangka menciptakan SMP Negeri 6 Kuningan manjadi sekolah yang Agamis dan Pinunjul.
Dimasa sekarang era serba digital kita harus ekstra hati-hati terutama para anak didik mesti dipagari akhlaknya agar tidak terbawa arus. Program yang akan diciptakan SMP Negeri 6 Kuningan dan sudah jadi komitmen dengan para orang tua siswa diantaranya shalat duha bersama, yasinan, asmaul husna, kultum dan 40 menit sebelum jam pelajaran dimulai diadakan BTQ (Baca Tulis Quran).
“Ke depan sekolah kami ini ingin menjadikan siswa-siswi lulusan yang Agamis terbiasa dengan hal-hal yang religius, sehingga mereka keluar dari SMP N 6 Kuningan ini bisa mengamalkan ilmu pemgetahuan yang didapatinya, ” pungkasnya. (Dink S Arizona).
