KUNINGAN (MARKA) - Nujul Rachdy yang kini menjabat Ketua DPRD Kuningan dituntut mundur dari jabatanya oleh LSM dan lembaga Islam di depan ...
![]() |
Sekitar 500 orang
merangseg gedung dewan melakukan orasi dalam sebuah demo, terkait beberapa
waktu lalu Nuzul Rachdy mengeluarkan stateman yang menyudutkan Pesanteen
Khusnul Khotimah.
Kata-kata meminta
agar Nuzul Rachdy turun dari jabatannya sebagai ketua DPRD Kabupaten Kuninganpun
terdengar berggelora seirinng seruan keagamaan.
Kalimat itu,
diserukan salah satu orator aksi demo H. Asap yang digelar oleh kalangan
pesantren dan umat Islam.
“Nuzul Turun!” serunya, sambil diikuti gemuruh
suara pendemo yang saat itu memadati halaman gedung dewan.
Dari orasi yang
disampaikan secara berganti-gantian, pendemo menyatakan ketersinggungannya
terhadap ucapan ‘Limbah’ yang
diutarakan Nuzul Racdy saat membahas kluster covid-19 di Husnul Khotimah.
“Jika belum tuntas
kami bersama rekan-rekan akan datang lagi untuk mehyampaikan orasi,” katanya.
Sekitar pukul 10
pagi, masa meminta Nuzul Rahdy untuk keluar menemui para pendemo. Namun, sampai
berita ini diturunkan yang bersangkutan belum juga terlihat.
Sementara itu BK
(Badan Kehormatan) DPRD Kuningan di tempat terpisah berjanji akan memproses
permasalahan ini sampai tuntas. (Uu)
