Kuningan, Koranmarka.com - Ribuan masyarakat Kuningan tumpah ruah menyaksikan Tradisi Babarit sebagai salah satu rangkaian waji...
Kuningan, Koranmarka.com -
Ribuan masyarakat Kuningan tumpah ruah menyaksikan Tradisi Babarit sebagai salah satu rangkaian wajib Hari Jadi Kuningan setiap tahunnya. Tradisi Babarit yang sarat dengan nilai filosofi sebagai wujud syukur, menjaga alam, indahnya berbagi, dan mendoakan para leluhur dillaksanakan pada hari Minggu (27/8/23) di depan pendopo.
Tradisi Babarit memiliki tahapan prosesi, diantaranya menyatukan air dari empat penjuru mata air kabuyutan— Barat; Mata Air Cihulu Kuningan, Kel. Winduherang, Kec. Cigugur. Utara; dari Cikahuripan, Kahiyangan Indapatra, Cilimus. Timur; Kabuyutan Indrakila, Karangkencana. Selatan;Kabuyutan Jamberama, Selajambe—
Kemudian air yang telah disatukan tersebut disawer ke empat penjuru.
Selain itu, disiapkan lima tumpeng sebagai simbol, yakni satu Tumpeng Indung dan empat tumpeng yang merupakan kiriman dari empat penjuru lembur. Ada pula lebih dari 3.200 nasi pincuk yang dibagikan kepada warga yang turut hadir.
Suasana babarit terasa sakral diiringi gamelan dan kecapi suling. Diselingi dengan Musik Tarawangsa dan dipadukan dengan tarian empat penari tari kendi air, dengan narasi dari Juru Kawih;
“Titis nitis mawa lantis, tina keclak ngajadi cikaracak, nu sumerep making lemah, maseuhan tanah kaheman. Laju ngaburial cinyusu di saban madhab, papat madhab kalima tunggal ngawangun talaga wening, nu ngeclak lir cahaya inten. Cikahuripan pigeusaneun hirup hurip. Hurip nagri waras abdi Curr…! Bismilllahirrohmanirrahim”
Usai itu, Bupati Kuningan, Acep Purnama, didampingi Istri yang juga adalah Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ika Rahmatika, bersama Wakil Bupati Kuningan, Ridho Suganda, yang didampingi istri yang juga merupakan wakil ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Yuana Woelansarie, menyipratkan air dari gentong ke empat madhob, suasanapun semakin riang bagi yang terkena cipratan air.
Selanjutnya prosesi murak tumpeng, yakni membagikan nasi tumpeng kepada Dandim 0615 Kuningan, yang mewakili Kapolres Kuningan, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda Kuningan dan Ketua Pengadilan Agama, yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati.
Kemudian dilakukanpembagian nasi pincuk kepada warga yang hadir pada gelaran babarit tersebut.
Selepas penyelenggaraan Babarit, diberikan 2000 karung beras kepada masyarakat sekitar, sebagai simbol berbagi yang juga merupakan ajaran luhur dari prosesi Babarit.
Dalam sambutannya, Bupati Acep menyebutkan bahwa Tradisi Babarit ini merupakan agenda tahunan yang tidak boleh terlewat dalam Rangkaian Hari Jadi Kuningan.
“Babarit merupakan kebudayaan luhur untuk mesyukuri kelimpahan alam, rejeki dan hasil panen sebagai tradisi turun temurun masyarakat Sunda. Kita ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, karena dengan berbagi penyelenggaraan Hari Jadi Kuningan ke 525 semakin berkah”
Pada kesempatan tersebut, Bupati Acep juga memohon pamit kepada masyarakat, bahwasanya Desember mendatang, dirinya bersama Bapak Ridho sebagai wakil Bupati akan menyelesaikan periode kepemerintahannya. (Umal)