Kuningan, koranmarka.com - Lucu dan kocak apabila menyikapi kepala MTSN Sindangsari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ia menghin...
Kuningan, koranmarka.com -
Lucu dan kocak apabila menyikapi kepala MTSN Sindangsari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ia menghindari dari kunjungan wartawan peliput rubrik pendidikan dengan cara diduga keras sembunyi di toilet sekolah.
Saleh Setiamiharja, M.Pd yang baru saja dimutasi dari MTSN Jalaksana dan sekarang menjadi kepala MTSN Sindangsari kembali mengulangi kejadian menghindari dari kunjungan wartawan. Beberapa bulan yang lalu, sewaktu ia masih menjabat sebagai kepala MTSN Jalaksana, ia menghindari wartawan dengan cara keluar dari pintu yang lain agar tidak diketahui oleh wartawan yang sedang menunggunya.
Setelah sekitar seminggu ia menjabat sebagai Kepala MTSN Sindangsari, ia pun mengulangi hal itu. Ketika awak media masuk ke ruangan sekolah, nampak Saleh Setiamiharja ada di dalam ruangan. Namun tiba-tiba ia dengan cepat menghilang. Menggelitik sekali, nampak seperti anak kecil sedang main petak umpet.
Menurut sejumlah awak media peliput berita rubrik pendidikan pada hari Sabtu (2/9), sikap dan perilaku kebiasaan Saleh Setiamiharja menghindari wartawan dengan cara menghilang dari pandangan mata seorang tamu merupakan sebuah sikap yang kurang terpuji. Apalagi ia adalah seorang pimpinan yang semestinya melayani kepentingan bersama, terlebih seorang tamu.
"Hindari dulu sikap negatif thinking ketika tamu dari profesi media datang ke sekolah, apalagi ini sekolah berbasis agama yang mengajarkan ahlak dan berbudi pekerti terhadap anak didiknya,” ujar salah seorang wartawan.
Menurut H. Herman Darmadi (50), salah seorang pengamat pendidikan yang tinggal di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, pada hari Sabtu (2/9) mengemukakan bahwa seorang kepala sekolah selain manajerial dan supervisor, juga melayani setiap tamu yang datang dengan bermacam ragam kepentingan dan latar belakang. Sebuah hal yang ironis ketika orang yang akan dikunjungi sudah nampak terlihat oleh tamunya kemudian menghilang tanpa pesan.
“Apalagi dengan tamunya sudah saling mengenal, kurang baik dengan cara menghindar seperti itu. Hadapi aja apalagi bapak mengenyam pendidikan S2 ,” ungkapnya. (Otong) ***