Kuningan, kora nmarka.com - Pemilihan Direktur Perumda PAM Tirta Kamuning saat ini menyita perhatian publik. Pasalnya, dari ket...
Kuningan, koranmarka.com -
Pemilihan Direktur Perumda PAM Tirta Kamuning saat ini menyita perhatian publik. Pasalnya, dari ketiga kandidat yang terdata, ada satu orang kandidat kuat yang digadang-gadang akan menjabat Direktur salah satu BUMD di Kuningan, sebut saja USP.
Agung Gamaludra, salah satu anggota Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI), berkomentar bahwa ia merasa sangsi dengan satu kandidat yang digadang akan menjadi Dirut PAM Tirta Kamuning tersebut.
“Masalahnya USP ini adalah pemain baru di PAM Tirta Kamuning, belum genap satu tahun menjabat sebagai plt Dirut PAM Tirta Kamuning tapi mengalahkan kandidat lainnya yang telah bertahun-tahun berpengalaman di bidangnya. Seringnya dunia tidak adil memang,”ujar Agung.
Ia menambahkan bahwa track record USP selama ini pun masih dipertanyakan hasilnya. Selama menjabat menjadi kepala dinas, belum nampak prestasi yang ditorehkan. Ketika menjabat Kadis LH, Adipura gagal diraihnya. Ketika menjabat menjadi Kadis Hutbun Pertanian pun tak banyak prestasi yang didapatnya.
Pencitraan USP saat ini pun masih bias, apakah sosok birokrat, akademisi, atau seniman? Apabila seorang birokrat, namun tulisannya sering mengkritisi pemerintah —yang seharusnya ia juga bagian dari pemerintah itu sendiri, karena ia adalah eksekutornya—. Hari-hari USP nampaknya disibukkan menjadi seniman. Pasalnya, Agung merasa ketika USP masih menjabat menjadi Kadis LH dan Pertanian, ada banyak surat dan disposisi yang terlewat dan terabaikan karena teralihkan dengan latihan bermusik (red. nge-band).
“USP adalah sosok konseptor yang unggul. Namun sayangnya, eksekusinya tumpul. Ide yang dimiliknya tak bisa diimplementasikan. Akhirnya berujung pada rutinitas belaka, bekerja seperti menggugurkan kewajiban saja,” katanya.
Agung menyatakan bahwa selama USP menjabat plt Direktur PAM Tirta Kamuning, belum ada gebrakan yang dilakukan. Bahkan pelayanan yang dirasakan semakin menurun. Sungguh aneh tapi nyata.
“Jika PAM Tirta Kamuning ternyata SHU (Semua Hanya untuk USP), mari kita lihat dan buktikan seberapa besar lompatan kinerjanya. Apakah akan jalan di tempat? Sehingga PAM akan begitu-begitu saja? Semoga tim pansel nantinya tidak salah memilih orang,” imbuhnya. (Umal)