KUNINGAN-Koranmarka.com Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan menggelar Press Release laporan akhir tahun kepada i...
KUNINGAN-Koranmarka.com Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan menggelar Press Release laporan akhir tahun kepada insan media dalam rangka penyebarluasan informasi capaian kinerja BNNK Kuningan sepanjang tahun 2023 di Kantor BNNK setempat, Rabu (27/12/2023).
Kepala BNNK Kuningan AKBP Yaya Satyanagara, S.H., M.H., menyampaikan, sebagai lembaga yang memiliki tugas pokok Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), terdapat beberapa capaian kinerja yang telah dilakukan jajarannya selama satu tahun terakhir, baik dari seksi Pemberantasan, Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), maupun dari Seksi Rehabilitasi.
Dikatakan Yaya, selama tahun 2023, untuk mensuksekan program P4GN pihaknya telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 10 lembaga pendidikan, 3 lingkungan pemerintah, 1 lingkungan swasta, dan 1 lingkungan masyarakat. Sementara dari aspek rehabilitasi, sambungnya, BNNK Kuningan telah merehabilitasi 15 penyalahguna hingga dinyatakan pulih dari adiksi narkoba dan sebanyak 20 orang telah melaksanakan program pascarehabilitasi.
“Dalam bidang pemberantasan, ada satu laporan kasusu narkotika pada tanggal 17 Mei 2023, tentang terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis ganja. Ganja ini seberat 15,34 gram yang didapat dari tersangka TS alias JK (27 tahun) yang berprofesi sebagai pedagang beralamatkan Desa Cihideung Girang, Cidahu, Kuningan,” ungkap Yaya.
Selanjutnya, AKBP Yaya Satyanagara mengemukakan, untuk pelaksanaan program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) di Kabupaten Kuningan dapat direalisasikan dengan baik. Hingga akhir tahun 2023 ini, Yaya mengungkapkan, telah terbentuk 70 Desa Bersinar yang tersebar di 32 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan.
“Semoga ditahun 2024 mendatang, dengan adanya bantuan Dana Desa (DD) yang digulirkan langsung pada desa yang ada kiranya dapat direalisasikan secara maksimal, sehingga 376 desa/kelurahan di Kabupaten Kuningan bisa menjadi Desa Bersinar,” imbuhnya.
AKBP Yaya Satyanagara juga menyampaikan, berdasarkan rapat pimpinan BNN RI yang dilaksanakan secara virtual pada 19 Desember 2023, Kepala BNN RI Irjen Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., mengungkapkan, bahwa hasil pengukuran prevalensi tahun 2023 mencapai 1,73 persen, setara dengan 3,33 juta penduduk berusia 15-64 tahun, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Penurunan angka prevalensi tersebut, tidak lepas dari faktor keberhasilan program P4GN dengan strategi yang digunakan BNN melalui empat pendekatan yakni, Soft Power Approach, Hard Power Approach, Smart Power Approach, dan Cooperation.
“Untuk memberantas narkoba, kami mengajak dan berharap agar masyarakat mau bekerjasama dan berpartisipasi dalm program P4GN, karena narkoba merupakan permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. Marilah berjuang bersama bekerja sekuat tenaga, menjadikan Kabupaten Kuningan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dan BNN tidak bisa bekerja optimal tanpa dukungan dari masyarakat,” pungkasnya. (Umal)