Kuningan, koranmarka.com - Festival Tunas Bahasa Ibu 2024 (FTBI 2024) dihelat pada dua hari ke depan, Rabu-Kamis (7-8 Agustus 20...
Kuningan, koranmarka.com -
Festival Tunas Bahasa Ibu 2024 (FTBI 2024) dihelat pada dua hari ke depan, Rabu-Kamis (7-8 Agustus 2024) bertempat di SMPN 6 Kuningan. Festival ini diharapkan menjadi media untuk menyosialisasikan kegiatan pelindungan bahasa daerah yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa dan Pemerintah Daerah, terutama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).
“Bahasa Ibu merupakan harta berharga yang perlu kita jaga dan lestarikan. Melalui FTBI harapannya dapat membangun kesadaran akan kekayaan bahasa daerah kita, serta memotivasi generasi muda dan khalayak luas untuk mencintai dan merawat bahasa sunda, bahasa ibu kita semua,” jelas U. Kusmana, S. Sos, M. Si, Kadis Dikbud Kab. Kuningan.
FTBI diikuti oleh para perwakilan siswa SD dan SMP se -Kab. Kuningan. Ada 8 cabang lomba diantaranya (1) Lomba Maca Sajak; (2) Lomba Carpon; (3) Lomba Aksara Sunda; (4) Lomba Ngadongeng; (5) Lomba Pupuh; (6) Lomba Borangan; (7) Lomba Biantara; (8) Lomba Nadom.
Lomba Nadom merupakan salah satu lomba yang dalam pelaksanaannya melibatkan unsur satuan pendidikan yang berada dalam naungan Kementrian Agama (MI-MTs). Meskipun lomba nadom tidak berlanjut ke tingkat Provinsi, lomba ini tetap diadakan di FTBI Kab. Kuningan sebagai wujud sinergisitas antar satuan pendidikan di Kuningan. Dengan tidak melihat kementrian sebagai vertikalnya, lomba nadom ini sebagai aksi nyata bahwa pendidikanlah menjadi fokus di Kab. Kuningan sehingga selaras dengan Program Kuningan Kabupaten Pendidikan.
“Bahasa daerah merupakan warisan nenek moyang kita. Melalui bahasa daerah, kita bisa memahami tradisi turun temurun yang telah diwarisi dari para pendahulu dan nilai-nilai yang memperkuat persatuan dalam keanekaragaman. Mari kita biasakan menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi sehari-hari agar tetap lestari,” ungkap Kadis Dikbud Kab. Kuningan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru utama FTBI yang telah bekerja keras demi terselenggaranya festival kali ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah dan para guru atas ketekunan dan keuletannya dalam membina para siswa yang berpartisipasi dalam FTBI ini. Dan terima kasih juga kepada para guru utama FTBI yang telah bekerja keras demi terselenggaranya festival dengan lancar. Semoga apa yang kita ikhtiarkan dapat terealisasi di masa kini dan masa mendatang,” pungkas Kadis Dikbud Kab. Kuningan.
Bahasa daerah adalah jendela menuju identitas, sejarah, dan kekayaan budaya masyarakat. Mari kita jaga dan lestarikan bahasa ibu dengan tetap menjadikan bahasa sunda sebagai bahasa sehari-hari khususnya di kalangan masyarakat Kab. Kuningan. (Umal)