Majalengka-Koranmarka.com Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas pasanga...
Majalengka-Koranmarka.com Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka pada Pilkada 2024. Hasil survei menunjukkan pasangan Eman Suherman dan Dena Muhamad Ramadhan unggul atas pesaingnya, Karna Sobahi dan Koko Suyoko.
Survei yang dilakukan secara tatap muka terhadap 400 responden di Kabupaten Majalengka pada periode 8-13 September 2024 menempatkan pasangan Eman-Dena di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas mencapai 54,8 persen. Sementara itu, pasangan Karna-Koko hanya mampu meraih 33,7 persen, dengan 11,5 persen responden masih belum menentukan pilihan
Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, survei ini memiliki margin of error ±5% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. "Survei ini memberikan gambaran awal mengenai peta persaingan di Pilkada Majalengka 2024.
Eman Suherman bersama Dena M. Ramadhan saat ini memimpin, namun dinamika politik masih mungkin berubah hingga hari pemungutan suara," ungkap Prof Burhanuddin saat melaksanakan zoom meeting Rabu 25 September 2024.
Menurut dia, Popularitas dan citra personal menjadi faktor krusial dalam menentukan pilihan masyarakat. Meski tingkat popularitas Karna Sobahi mencapai 86,4%, tertinggi dibanding kandidat lain, namun tingkat kedisukaannya masih tertinggal dari Eman Suherman yang memiliki tingkat kedisukaan sebesar 74,6%.
"Dena M. Ramadhan yang berpasangan dengan Eman juga menunjukkan keunggulan dengan tingkat kedisukaan tertinggi yakni 78%, jauh mengungguli calon Karna-Koko,"paparnya.
Dinamika Politik Masih Bisa Berubah Selain itu, lanjut dia, survei menunjukkan bahwa Eman Suherman lebih disukai oleh pemilih karena citra kepemimpinannya yang dianggap lebih positif.
Eman dinilai aktif dalam kegiatan sosialisasi yang lebih meyakinkan, sehingga mampu menjangkau pemilih dengan lebih efektif dibandingkan pesaingnya. Tingkat penerimaan terhadap Karna Sobahi untuk kembali memimpin Majalengka ternyata cenderung rendah.
"Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Karna Sobahi dan pasangannya, Koko Suyoko, untuk bisa meyakinkan warga bahwa mereka masih layak memimpin Majalengka,"ucapnya. Meski survei saat ini menunjukkan keunggulan bagi pasangan Eman-Dena, dinamika politik menjelang Pilkada masih sangat mungkin berubah. Pasangan yang mampu menjangkau pemilih dengan program dan sosialisasi yang lebih baik, diyakini memiliki peluang lebih besar untuk menang. "Sebagai catatan, partisipasi pemilih dan upaya yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon dalam sisa waktu menjelang hari pemungutan suara akan menjadi faktor penentu akhir dari hasil Pilkada Majalengka 2024,"paparnya. (Tiens)