Kuningan, koranmarka.com - Beberapa bulan lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Kuningan mengadakan Forum Group...
Kuningan, koranmarka.com -
Beberapa bulan lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Kuningan mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Kuningan sebagai Kabupaten Angklung”, bertempat di Rumah Makan Manioh. Seperti yang kita ketahui bahwa angklung merupakan warisan budaya yang berasal dari Jawa Barat dan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2010. Sejak deklarasi Kuningan sebagai Kabupaten Angklung oleh Dian Rachmat Yanuar beberapa tahun lalu, kini hampir di seluruh sekolah di Kab. Kuningan memiliki angklung untuk mendukung pelestarian warisan budaya tersebut. Selain itu juga, pengadaan angklung di setiap sekolah juga mendukung program Disdikbud Kab. Kuningan untuk menuju Kuningan menjadi Kabupaten Angklung.
Namun, sejumlah kepala sekolah menyatakan bahwa belum banyak guru atau stakeholder sekolah yang bisa mengajarkan bagaimana memainkan angklung. Selain itu juga, belum adanya kurikulum angklung yang bisa diadaptasi menjadi salah satu kendala setelah adanya angklung di sekolah. Para kepala sekolah berharap ada pelatihan angklung bagi guru untuk menunjang optimalisasi angklung di sekolah.
Banyak sekolah terbantu oleh pihak ketiga yang memberi pengadaan angklung karena adanya keringanan ketika proses pembelian angklung. Pembayaran yang tidak kas atau dengan tempo yang mencukupi, angklung dikirim dan bisa dicicil ketika BOP turun. Pihak ketiga pun berharap agar program pemerintah “Kuningan sebagai Kabupaten Angklung” segera terealisasi. (Umal)