Kuningan, koranmarka.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program yang diusung pemerintah yang bertujua...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program yang diusung pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi bagi anak sekolah.
Program MBG ini yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Sasaran MBG yakni para siswa sekolah, baik tingkat PAUD hingga tingkat SLTA, dengan harapan akan membantu memenuhi standard Kecukupan Gizi (AKG).
Program MBG ini sangat dinantikan oleh masyarakat, bukan hanya dari kalangan peserta didik tapi juga orang tua siswa. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan bahwa para orang tua belum tentu mampu membelikan makanan dengan gizi seimbang. Apalagi program MBG ini diberikan oleh negara dalam lima atau enam hari untuk setiap peserta didik di seluruh Indonesia.
Menurut Perpres No. 83 tahun 2024 tentang pembentukan BGN (Badan Gizi Nasional), badan ini dibentuk dengan tugas pemenuhan gizi nasional. Khususnya meningkatkan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas hidup dengan cara memberikan stimulasi secara terus menerus terkait makanan bergizi gratis kepada siswa siswi sekolah seluruh Indonesia yang mencakup gizi seimbang. Hal ini tentunya merupakan tujuan mulia pemerintah Indonesia yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo saat kampanye dulu. Sudah seharusnya kita sebagai masyarakat bersyukur dan harus mendukung program ini demi pertumbuhan putra putri kita ke depan.
Di Kab. Kuningan, program ini sudah dimulai beberapa bulan yang lalu. Namun pelaksanaannya masih acak dan belum merata. Hal tersebut disambut hangat dan gembira oleh masyarakat. Ketika acara launching program MBG di suatu kecamatan, pasti selalu hadir bupati atau wakil bupati Kuningan ataupun para pejabat. Hal ini menandakan mereka semua peduli akan program ini.
"Program MBG benar-benar disambut hangat oleh semua kalangan khususnya di Kab. Kuningan, karena menyadari bahwa tujuan jangka panjang program ini untuk menjadikan putra putri kita sehat jasmani rohani yang ditopang dengan gizi baik, dan pada akhirnya menjadi manusia Indonesia yang kuat dan sehat," ungkap Ade, Ketua LKPP.
"Namun sangat disayangkan, bahwa ada saja hal-hal yang menurut kami mencederai program MBG ini. Pada hari ini, Selasa (17/6/2025), tim kami menemukan fakta bahwa di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kec. Kramatmulya, Kab. Kuningan ada beberapa keganjilan," lanjut Ade.
Menurut informasi yang ia dapatkan bahwa menu MBG anak kelas 7 dan 8 diberikan porsi sesuai dengan program dan juklak juknisnya yaitu nasi, lauk, sayuran, buah, dan susu. Namun untuk kelas 9, mereka hanya menerima snack yang di dalamnya berupa telur puyuh 3 butir/telur ayam rebus 1 butir, ditambah buah jeruk/salak, dan biskuit. Susu diberikan pada hari pertama saja untuk kelas 9. Tidak ada karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta susu. (Foto terlampir)
"Sangat disayangkan hal tersebut terjadi di Kab. Kuningan. Padahal berapa besar dana yang dikucurkan untuk program MBG untuk para siswa mencapai Rp 15.000/siswa. Jumlah yang cukup besar untuk program MBG di Kuningan dengan jumlah puluhan ribu siswa. Sehingga banyak yang menjadi pertanyaan, apakah tidak ada kontrol dari panitia lapangan? Apakah ada praktik-praktik yang menyimpang? Bagaimana prosedur pemilihan vendor untuk pelaksanaan MBG khususnya di Kab. Kuningan?," tutur Ade.
Oleh karena itu, kami sebagai masyarakat berharap kepada pihak yang berwenang dalam pelaksanaan program MBG di Kab. Kuningan dapat segera menindaklanjutinya secara tegas sesuai dengan aturan yang ada. Jangan sampai oknum penyedia MBG seenaknya memonopoli dan membuat aturan main sendiri. (Umal)