Kuningan —Koranmarka.com Pembangunan infrastruktur pertanian terus menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sektor pangan d...
Kuningan—Koranmarka.com Pembangunan infrastruktur pertanian terus menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sektor pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pembangunan irigasi tersier di Dusun 2, Blok Sawah Dawuan Girang, Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana.
Irigasi sepanjang 350 meter ini dibangun melalui Bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025. Infrastruktur pengairan tersebut dirancang untuk memastikan distribusi air yang lebih efektif dan berkelanjutan ke lahan pertanian warga, khususnya di kawasan Dawuan Girang yang memiliki potensi pertanian produktif.
Kepala Desa Sidamulya, Omon, menyampaikan pembangunan irigasi tersier memberikan dampak signifikan terhadap optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian. Menurutnya, ketersediaan air yang lebih terjamin memungkinkan petani mengelola lahan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Dengan adanya irigasi tersier ini, aliran air ke sawah dan lahan pertanian menjadi lebih teratur, sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan lebih stabil dan terencana,” ujar Omon, Kamis (15/1/2026).
Pemanfaatan irigasi tersier ini membuka peluang peningkatan intensitas tanam serta efisiensi pola tanam. Pasokan air yang memadai memungkinkan petani menyesuaikan waktu tanam dengan kebutuhan tanaman, sehingga risiko kekeringan dan gagal panen dapat ditekan. Selain itu, kondisi lahan yang terairi dengan baik turut mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan meningkatkan hasil produksi.
Desa Sidamulya selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil sayuran segar di Kabupaten Kuningan. Keberadaan irigasi tersier menjadi penopang utama bagi keberlanjutan produksi komoditas hortikultura yang membutuhkan suplai air stabil. Dengan sistem pengairan yang tertata, kualitas dan kuantitas hasil sayuran dapat lebih terjaga, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun daerah sekitar.
Dari perspektif ketahanan pangan daerah, pembangunan irigasi tersier ini memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Kuningan. Infrastruktur pengairan di tingkat desa berperan penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan segar, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta memperkuat sistem pangan lokal yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan produksi, irigasi tersier juga berkontribusi dalam menciptakan keteraturan pembagian air antarpetani. Sistem saluran yang jelas membantu meminimalkan potensi konflik, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk merawat dan menjaga infrastruktur irigasi secara bersama.
Pemerintah Desa Sidamulya berharap irigasi tersier ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan dikelola secara berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, sektor pertanian desa diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta perekonomian Kabupaten Kuningan.
Umal