Aceng Syamsul Hadie: Alfamart dan Indomaret Dihapus, Jangan Jadikan Ritel Modern Kambing Hitam Program KDMP

JAKARTA - Koranmarka com       Narasi yang mulai dibangun seolah-olah Alfamart dan Indomaret adalah penghalang lajunya program K...



JAKARTA - Koranmarka com       Narasi yang mulai dibangun seolah-olah Alfamart dan Indomaret adalah penghalang lajunya program KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) adalah simplifikasi yang berbahaya—bahkan cenderung menyesatkan. Jika benar ada framing seperti itu, maka publik berhak curiga: apakah ini strategi kebijakan berbasis data, atau sekadar mencari kambing hitam sebelum program berjalan?

"Alfamart dan Indomaret akan dihapus, Ingat ! jangan jadikan ritel modern sebagai kambing hitam atas Program KDMP", ungkap Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM. selaku Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).

Pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Yandri Susanto dan Ferry Juliantono mengenai wacana “menghapus” ritel modern bukan hanya kontroversial, tetapi mencerminkan logika kebijakan yang rapuh. Dalam ilmu ekonomi kelembagaan, kegagalan program tidak pernah ditentukan oleh keberadaan kompetitor semata, melainkan oleh desain tata kelola, kapasitas manajerial, struktur insentif, dan integritas pengawasan. Namun akhirnya wacana penutupan Alfamart dan Indomaret itu dibantah langsung oleh pemerintah.

Aceng menjelaskan, terlepas dari bantah membantah terhadap wacana penutupan ritel modern itu, jika KDMP sejak awal merasa terancam oleh ritel modern, maka ada dua kemungkinan. Pertama, desain bisnisnya memang tidak kompetitif. Kedua, program tersebut lebih bertumpu pada proteksi politik ketimbang daya saing riil. Keduanya bukan alasan untuk mengorbankan mekanisme pasar.

Aceng pun menerangkan bahwa ritel modern tumbuh karena efisiensi distribusi, manajemen stok berbasis teknologi, disiplin logistik, dan konsistensi layanan. Mereka hadir karena memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam teori persaingan usaha, keberadaan pemain besar memang menuntut regulasi agar tidak terjadi praktik monopoli. Namun regulasi berbeda dengan eliminasi. Menghapus pelaku usaha legal tanpa pelanggaran hukum yang jelas adalah preseden otoritarian dalam kebijakan ekonomi.

"Jika KDMP ingin berhasil, ia harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: apa nilai tambahnya dibanding ritel modern? Apakah mampu menjamin harga kompetitif? Apakah memiliki sistem distribusi yang stabil? Apakah pengelolaannya bebas dari intervensi elite lokal? Tanpa jawaban konkret, menyalahkan Alfamart dan Indomaret hanya menunjukkan ketidakpercayaan diri struktural", sindir Aceng.

Lebih jauh, Aceng mengingatkan bahwa menjadikan ritel modern sebagai “penghalang” berpotensi menciptakan ketidakpastian investasi. Pasar membaca sinyal politik. Ketika pemerintah terkesan memusuhi entitas bisnis yang sah, pesan yang tersirat adalah bahwa keberhasilan bisa dipidanakan secara moral. Ini berbahaya bagi iklim usaha nasional.

Ironisnya, sejarah koperasi Indonesia menunjukkan bahwa banyak koperasi gagal bukan karena tekanan korporasi besar, tetapi karena lemahnya tata kelola dan akuntabilitas. Tanpa reformasi manajemen, KDMP berisiko menjadi proyek seremonial—hidup di atas anggaran, mati di pasar. Dan ketika gagal, kambing hitam baru akan kembali dicari.

"Demokrasi ekonomi bukan berarti menghancurkan yang kuat demi memberi ruang yang lemah. Ia menuntut negara menciptakan level playing field. Jika koperasi desa ingin berjaya, perkuat kapasitasnya; Latih manajemennya, Awasi transparansi keuangannya, Bangun sistem digitalnya. Bukan dengan menyingkirkan pesaing melalui tekanan kebijakan", tambahnya.

Karena itu, jika benar terdapat asumsi bahwa Alfamart dan Indomaret adalah penghambat KDMP, maka asumsi tersebut harus dibuka ke publik melalui kajian akademik yang transparan. Tanpa itu, wacana tersebut hanyalah retorika populis yang berpotensi merusak reputasi kebijakan pemerintah sendiri.

Aceng menegaskan, ekonomi desa tidak akan maju dengan menciptakan musuh imajiner. Ia akan maju jika programnya rasional, profesional, dan kompetitif. Jika sejak awal KDMP membutuhkan proteksi ekstrem untuk bertahan, maka yang patut dievaluasi bukan ritel modern—melainkan desain program itu sendiri.

"Negara seharusnya menjadi wasit yang adil, bukan aktor yang menentukan siapa boleh bertanding. Jika KDMP percaya diri, buktikan di pasar, bukan di podium", pungkasnya. []

Sumber: ASH 
Editor: Tim Redaksi

Kontributor

Nama

.pemerintaha,5,.pemerintahan,81,234 SC,9,AFF 2018,4,Amin Santono,4,Aneka,117,Asean Games,1,Bara Nusantara,1,Bisnis,1,BNN,1,Bunda paud,1,Cirebon,5,Dana Desa,1,Demo,2,Desa Dukuhlor,1,desa pajambon,1,DPRD kuningan,3,Ekonomi,20,Fatwa,1,Gebyar 10001 Merah Putih,1,H Ujang Kosasih,1,Habib Rizieq,1,Haji,1,Hari Jadi Kuningan 520,2,Hari Pangan,1,Hot News,22,Hri Jadi Kuningan 520,1,Hukum,23,HUT PGRI,1,IPB,1,Jawa Barat,1,Jepang,1,Jokowi,3,Jurnalis,1,Kekerasan,3,KEMENAG KUNINGAN,1,Kesehatan,11,Ketua DPC PKB Kuningan,1,Korupsi,6,KPK,4,KPU,1,Kuningan,102,Kuningan Bercahaya,1,Ma'ruf Amin,1,MI PUI KUNINGAN,1,MR,1,MUI,1,Narkoba,2,Nasional,12,ODOJ,1,Olahraga,10,PAN,1,Partai Demokrat,2,Pekan Raya Kuningan,1,peme,1,Pemerintah,1,Pemerintaha,12,Pemerintahan,274,Pemilu 2019,4,Pendidikan,43,Pertanian,1,PKS,2,PMERINTAHAN,1,Politik,36,Politik Uang,1,PPP,1,Prabowo,1,PWI Kuningan,1,Rekor Dunia,1,Religi,1,Romahurmuziy,1,Saptonan,1,Skandal,1,smpn 1 kuningan,1,Smpn 6 Kuningan,1,Sosial Budaya,16,Stunting,1,Tasikmalaya,1,Timnas U-16,1,Tommy Soeharto,1,Vaksin,1,Wisata,1,Yosa Octora Santono,1,
ltr
item
Koran Marka: Aceng Syamsul Hadie: Alfamart dan Indomaret Dihapus, Jangan Jadikan Ritel Modern Kambing Hitam Program KDMP
Aceng Syamsul Hadie: Alfamart dan Indomaret Dihapus, Jangan Jadikan Ritel Modern Kambing Hitam Program KDMP
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimGPP1f-t2z0eK0IGE-Hrh4jFv33WhsvSmbtyCgwZOML0HNITmROKt0G8N2foUS0VsF3PeUqgzJ33Dx8URaXAl60HTbiBvIdyWglE2SlfRx8sHDGMvYReCEspjI9eGURZADjtYoywpOowMMy44j1a2yurRSlvD0FT-kv8CmuhN26l2J4SKmPkFNjNsNa4
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimGPP1f-t2z0eK0IGE-Hrh4jFv33WhsvSmbtyCgwZOML0HNITmROKt0G8N2foUS0VsF3PeUqgzJ33Dx8URaXAl60HTbiBvIdyWglE2SlfRx8sHDGMvYReCEspjI9eGURZADjtYoywpOowMMy44j1a2yurRSlvD0FT-kv8CmuhN26l2J4SKmPkFNjNsNa4=s72-c
Koran Marka
http://www.koranmarka.com/2026/02/aceng-syamsul-hadie-alfamart-dan.html
http://www.koranmarka.com/
http://www.koranmarka.com/
http://www.koranmarka.com/2026/02/aceng-syamsul-hadie-alfamart-dan.html
true
7649270645801447767
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy