PPWI Jabar Geram: Pejabat Tak Becus Urus Negara Jangan Nekat Bertahan, Mundur Sebelum Rakyat Usir Kalian

Bandung-Koranmarka.com Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Barat, Agus Chepy Kurniadi, melontarkan kritik keras ...




Bandung-Koranmarka.com
Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Barat, Agus Chepy Kurniadi, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah pejabat negara dan pejabat publik yang dinilai gagal menjalankan amanah rakyat, namun tetap bertahan di kursi kekuasaan tanpa menunjukkan rasa tanggung jawab moral.

Menurut Agus Chepy, jabatan publik bukanlah hak milik pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Karena itu, pejabat yang terbukti tidak mampu bekerja, tidak memahami tugasnya, sering membuat kebijakan yang merugikan masyarakat, atau justru menjadi beban bagi negara, seharusnya memiliki keberanian untuk mengundurkan diri.

"Kalau merasa tidak kompeten, tidak mampu bekerja, tidak memahami persoalan rakyat, dan justru menjadi beban bagi masyarakat, sebaiknya mundur. Jangan memaksakan diri mempertahankan jabatan hanya demi fasilitas, kekuasaan, atau kepentingan kelompok tertentu. Sadar dirilah," tegas Agus Chepy.

Ia menilai bahwa dalam sistem demokrasi yang sehat, ukuran keberhasilan pejabat publik bukanlah seberapa lama mereka duduk di kursi kekuasaan, melainkan seberapa besar manfaat yang mereka berikan kepada masyarakat.

Menurutnya, rakyat semakin muak melihat berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan publik, sementara para pengambil keputusan terkesan lebih sibuk menjaga citra dibanding menyelesaikan persoalan nyata.

Kritik untuk Seluruh Pejabat Publik
Agus menegaskan bahwa kritik tersebut tidak ditujukan kepada individu tertentu, melainkan kepada seluruh pejabat negara dan pejabat publik yang memiliki kewenangan mengelola uang rakyat dan mengambil keputusan strategis.
Mereka antara lain meliputi:
Presiden dan Wakil Presiden;
Menteri dan Wakil Menteri;
Kepala lembaga negara;
Kepala badan pemerintah;
Gubernur dan Wakil Gubernur;
Bupati/Wali Kota beserta wakilnya;
Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota;
Direksi dan komisaris BUMN maupun BUMD;
Pejabat eselon di kementerian dan pemerintah daerah;
Kepala dinas, kepala badan, kepala biro, hingga pejabat teknis yang menggunakan anggaran negara.

Menurut Agus, setiap jabatan publik melekat dengan tanggung jawab yang besar karena seluruh biaya operasional, fasilitas, gaji, tunjangan, kendaraan dinas, rumah dinas, hingga perjalanan dinas berasal dari uang rakyat.

"Rakyat bekerja keras membayar pajak. Maka sangat tidak pantas apabila ada pejabat yang kinerjanya minim, prestasinya tidak jelas, tetapi fasilitas negara terus dinikmati. Ini bukan soal suka atau tidak suka, melainkan soal tanggung jawab kepada rakyat," ujarnya.

Jabatan Bukan Tempat Belajar dengan Mengorbankan Rakyat
Lebih lanjut, Agus menyoroti fenomena sejumlah pejabat yang dinilai sering mengeluarkan kebijakan kontroversial, berubah-ubah, tidak terukur, bahkan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kesalahan dalam dunia pemerintahan tidak bisa disamakan dengan kesalahan biasa karena dampaknya bisa dirasakan oleh jutaan rakyat.

"Jabatan publik bukan tempat uji coba. Bukan laboratorium untuk belajar dari kesalahan yang dampaknya dibayar rakyat. Kalau tidak siap memimpin, jangan memimpin. Kalau tidak paham tugasnya, jangan memaksakan diri menduduki jabatan strategis," katanya.

Ia menambahkan bahwa bangsa ini membutuhkan pejabat yang memiliki kompetensi, integritas, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan memahami persoalan masyarakat secara nyata.

Evaluasi Total terhadap Kinerja Pejabat

PPWI Jawa Barat juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pejabat-pejabat yang dinilai gagal mencapai target pelayanan publik, gagal mengendalikan pemborosan anggaran, atau tidak mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan rakyat.

Menurut Agus, budaya "asal bapak senang", saling melindungi sesama elite, dan mempertahankan jabatan meskipun gagal bekerja harus segera diakhiri.

"Rakyat tidak membutuhkan pejabat yang pandai berpidato tetapi miskin prestasi. Rakyat tidak membutuhkan pejabat yang sibuk pencitraan tetapi gagal menyelesaikan persoalan. Yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang bekerja, bukan sekadar tampil," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Agus mengingatkan bahwa kekuasaan bukanlah hak yang melekat selamanya. Setiap jabatan pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan, baik secara hukum, moral, maupun di hadapan rakyat yang telah memberikan kepercayaan.

"Jangan tunggu dimarahi rakyat. Jangan tunggu dicatat sejarah sebagai pejabat gagal. Jika memang tidak mampu menjalankan amanah dengan baik, mundur secara terhormat jauh lebih mulia daripada bertahan dan terus menjadi beban bagi rakyat Indonesia," pungkasnya. 

Pers Rilies : DPD PPWI Jawa Barat.

Kontributor

Nama

.pemerintaha,5,.pemerintahan,81,234 SC,9,AFF 2018,4,Amin Santono,4,Aneka,117,Asean Games,1,Bara Nusantara,1,Bisnis,1,BNN,1,Bunda paud,1,Cirebon,5,Dana Desa,1,Demo,2,Desa Dukuhlor,1,desa pajambon,1,DPRD kuningan,3,Ekonomi,20,Fatwa,1,Gebyar 10001 Merah Putih,1,H Ujang Kosasih,1,Habib Rizieq,1,Haji,1,Hari Jadi Kuningan 520,2,Hari Pangan,1,Hot News,22,Hri Jadi Kuningan 520,1,Hukum,23,HUT PGRI,1,IPB,1,Jawa Barat,1,Jepang,1,Jokowi,3,Jurnalis,1,Kekerasan,3,KEMENAG KUNINGAN,1,Kesehatan,11,Ketua DPC PKB Kuningan,1,Korupsi,6,KPK,4,KPU,1,Kuningan,102,Kuningan Bercahaya,1,Ma'ruf Amin,1,MI PUI KUNINGAN,1,MR,1,MUI,1,Narkoba,2,Nasional,12,ODOJ,1,Olahraga,10,PAN,1,Partai Demokrat,2,Pekan Raya Kuningan,1,peme,1,Pemerintah,1,Pemerintaha,12,Pemerintahan,274,Pemilu 2019,4,Pendidikan,43,Pertanian,1,PKS,2,PMERINTAHAN,1,Politik,36,Politik Uang,1,PPP,1,Prabowo,1,PWI Kuningan,1,Rekor Dunia,1,Religi,1,Romahurmuziy,1,Saptonan,1,Skandal,1,smpn 1 kuningan,1,Smpn 6 Kuningan,1,Sosial Budaya,16,Stunting,1,Tasikmalaya,1,Timnas U-16,1,Tommy Soeharto,1,Vaksin,1,Wisata,1,Yosa Octora Santono,1,
ltr
item
Koran Marka: PPWI Jabar Geram: Pejabat Tak Becus Urus Negara Jangan Nekat Bertahan, Mundur Sebelum Rakyat Usir Kalian
PPWI Jabar Geram: Pejabat Tak Becus Urus Negara Jangan Nekat Bertahan, Mundur Sebelum Rakyat Usir Kalian
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg7H_fymV03Sl6BA1YZkmIibr2MCfcMQE-3RR8Jm-TbJIt2FkPDzYHo44Hi21Bv8w-5uRlYdWVkq51JKBJEPJSBSPKOGU4gzXw7dtP2XmDA3OUU7z1NHruSXuACuG8tsiP5ZNi4dvS8-kIRPdutK0Q3I2fJwFox5zuVkWMNCwtqp1Uob6x_x9pbsHcLlao
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg7H_fymV03Sl6BA1YZkmIibr2MCfcMQE-3RR8Jm-TbJIt2FkPDzYHo44Hi21Bv8w-5uRlYdWVkq51JKBJEPJSBSPKOGU4gzXw7dtP2XmDA3OUU7z1NHruSXuACuG8tsiP5ZNi4dvS8-kIRPdutK0Q3I2fJwFox5zuVkWMNCwtqp1Uob6x_x9pbsHcLlao=s72-c
Koran Marka
http://www.koranmarka.com/2026/06/ppwi-jabar-geram-pejabat-tak-becus-urus.html
http://www.koranmarka.com/
http://www.koranmarka.com/
http://www.koranmarka.com/2026/06/ppwi-jabar-geram-pejabat-tak-becus-urus.html
true
7649270645801447767
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy